Reaktor Deterjen, Teknologi Pengolah Limbah Detergen Berbasis AI

AKURAT.CO Berawal dari keresahan terhadap limbah detergen yang dihasilkan oleh industri laundry, tim mahasiswa dari Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menggagas teknologi pengolah limbah detergen atau detergent reactor sebagai pencegahan lingkungan.

Menurut ketua tim, Radisya Ikhsan, saat ini belum ada pengolahan yang signifikan terkait detergen, sehingga bersama dengan berinisiatif menciptakan teknologi yang mampu melakukan pengolahan limbah agar bersifat ramah lingkungan.

“Reaktor deterjen yang dirancang tersebut memiliki beberapa keunggulan, diantaranya ekonomis karena menggunakan metode fotokatalitik TiO2-Bentonit, serta efisien karena terintegrasi dengan sistem kecerdasan buatan (AI),” papar Radisya, dilansir melalui laman ITERA.

bacajuga:

Reaktor teknologi detergen ini berbentuk kubus yang memiliki dimensi 1 mx 0,8 mx 1,15 m. Bekerja dengan cara mereaksikan limbah detergen dari mesin cuci dengan bahan kimia TiO2-Bentonit.

Kemudian, keluaran dari detergent reactor adalah senyawa karbon dioksida dan air dengan pH 9, nilai total terlarut solid (TDS), biochemixal oxygen demand (BOD), dan chemical oxygen demand (COD) yang relatif kecil, serta kandungan surfaktan yang juga relative kecil, sehingga aman bagi lingkungan.

System kecerdasan buatan (AI) berperan dalam pembukaan katup pipa masukan dan keluaran, pembukaan katup penampungan TiO2-Bentonit, serta proses pengolahan.

Reaktor deterjen juga dilengkapi dengan status layar untuk melakukan fungsi pengawasan komponen internal.

“Saya berharap reaktor deterjen ini digunakan oleh para pelaku industri agar limbah deterjen dapat diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Hal ini juga merupakan salah satu upaya kita untuk menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Radisya.

Teknologi yang dirancang oleh Radisya Ikhsan (Teknik Lingkungan), Sephia Amanda Muhtar (Teknik Lingkungan), Natasya Salsabiila (Teknik Elektro), Elma Dyanatasha (Teknik Informatika), dan Muhammad Faturrachman S. (Teknik Informatika) ini berhasil membawa mereka meraih medali emas dalam festival penemuan dan inovasi internasional yang diumumkan pada 31 Januari 2022.

Baca Juga   Kinerja Bisnis Facebook Jeblok, Jauh Tertinggal dari Google

Kompetisi internasional tersebut diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) melalui Khayyam International Invention & Innovation Festival (KIIIF) 2022. Kompetisi ini diikuti peserta mahasiswa dan peneliti umum dari berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, Turkey, China, Filipina, Polandia, Kazakestan, Amerika Serikat, Kanada, Turki, Qatar, Kroasia, di Vietnam.

Dengan dibimbing oleh dosen Teknik Lingkungan, Andika Munandar, tim mahasiswa menuangkan gagasan tersebut dalam karya bertajuk Reaktor Deterjen Terintegrasi dengan Kecerdasan Buatan (AI) sebagai Pengolahan Limbah Deterjen untuk Menciptakan Binatu Ramah Lingkungan.

Andika juga mengapresiasi gagasan yang dibuat oleh para mahasiswa bimbingannya. Ia menilai, melalui kompetisi tersebut, mahasiswa dapat berlomba membuat inovasi serta berkarya untuk kemajuan teknologi Indonesia dan dunia.

“Semoga alat rancangan kami menjadi satu referensi terbaru bagi Indonesia dan dunia terkait upaya pengolahan limbah deterjen,” kata Andika.

.


Source link