Presidensi G20 Bahas Isu Teknologi hingga Transisi Energi: Okezone Economy

JAKARTA – Isu teknologi hingga bertransisi energi akan dibahas dalam Presidensi G20 Indonesia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menitikberatkan akses, teknologi, dan pendanaan transisi menjadi bahasa utama dalam Energy Transitions Working Group (ETWG) Presidensi G20 Indonesia tahun ini, di samping 2 isu prioritas lainnya, yaitu sistem kesehatan dunia serta transformasi ekonomi dan digital.

Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategi Yudo Dwinanda Priaadi mengatakan, Presiden telah memberikan Arahan agar Presidensi G20 Indonesia akan fokus kepada tiga hal, yaitu global health, transformasi digital dan ekonomi, yang terakhir adalah transisi energi.

“Tentunya yang akan kami tangani adalah terkait energi. Kami bawa semua diskusi G20 untuk mendorong energi transisi di negara masing-masing,” ujar Yudo dalam keterangannya, Sabtu (5/2/2022).

Yudo menjelaskan bahwa 3 hal yang akan dibahas bersama dengan negara anggota G20 adalah akses terkait energi, peningkatan teknologi bersih, dan pendanaan untuk transisi energi. Untuk akses energi, titik berat diberikan kepada energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern untuk semua (leaving no one behind), terutama energi untuk elektrifikasi dan clean cooking.

“Yang kedua kita bicara teknologi. Bagaimana kita bisa membangkitkan lebih banyak lagi energi, dengan cara lebih efisien, atau dengan cara baru. dan efisiensi energi,” tambahnya.


Isu prioritas ketiga adalah pendanaan. Transisi energi tentu membutuhkan proyek-proyek baru, maka dari itu dibutuhkan pula investasi baru, maka sumber daya menjadi topik yang perlu dibahas pada Presidensi G20 Indonesia.

“Jadi tiga hal itu, yakni akses, teknologi, dan pendanaan. Ini menjadi harapan, ketiga isu tersebut dapat menghasilkan, sehingga kita mencapai kesepakatan global untuk transisi energi,” tegas Yudo.

Baca Juga   Teknologi Baru Mampu Bunuh 80 Persen Garam Kanker

Pada kesempatan yang sama, peneliti ECADIN sekaligus Dosen Hubungan Internasional Universitas Pertamina Novita Putri Rudiany menambahkan bahwa pengupayaan akses energi dan pengembangan teknologi pada akhirnya akan membuka investasi dan sumber pendanaan yang melibatkan banyak aktor penting seperti filantropi dan bisnis multinasal.

“Setidaknya, ada 3 hal penting yang bisa kita lihat dalam perkembangan diplomasi energi Indonesia di G20. Pertama, naikkan citra positif bangsa. Kedua, terbukanya peluang investasi langsung di daerah potensial. mendukung transisi energi global. Inilah mengapa G20 merupakan lompatan besar untuk diplomasi energi. Indonesia,” tutup Novita.


Source link