BPJS Kesehatan Apresiasi Prestasi KLU UHC

tanjung– Kabupaten Lombok Utara (KLU) kini telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) melalui Program JKN KIS. Pemerintah KLU bersama BPJS Kesehatan meluncurkannya di Auditorium Rumah Sakit KLU, Jumat (4/2).

Acara tersebut dihadiri Direktur Penyuluhan dan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan David Bangun, Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu, Pj Sekretaris KLU Anding Duwi Cahyadi, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram Sarman Palipadang. Tak lupa perwakilan Dinas Kesehatan NTB, Biro Kesehatan KLU, sejumlah kepala rawat jalan, 34 kepala desa di KLU.

“Kami dari BPJS Kesehatan mengapresiasi pencapaian ini,” kata Direktur Perluasan dan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, David Bangun.

BPJS Kesehatan sendiri telah mendapat otorisasi negara untuk menyelenggarakan JKN. Tujuan utamanya adalah untuk mencapai jaminan kesehatan universal atau universal health coverage.

Cakupan kesehatan semesta itu sendiri memiliki beberapa komponen. Diantaranya, pelibatan seluruh masyarakat, kemampuan mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas, dan akses pelayanan kesehatan dengan biaya yang lebih murah dari asuransi.

“Jadi sekarang terlihat pemerintah hadir untuk rakyat Indonesia,” tambahnya.

Saat ini, 36 persen rakyat Indonesia, pemerintah menanggung kontribusinya. Tidak hanya melalui APBN, tetapi APBD juga berkomitmen untuk itu.

15 persen orang miskin juga didanai oleh negara. Sekitar 50 persen masyarakat memiliki akses terhadap layanan kesehatan ini.

BPJS Kesehatan memiliki sekitar 235,7 juta orang yang terdaftar kepesertaan. Ini adalah asuransi kesehatan terbesar di dunia.

Tantangan terbesar saat ini adalah populasi yang tidak terlindungi. Masih ada 40.000 orang yang belum ke sanaliputan Kepesertaan BPJS Kesehatan. Kemudian dari 235,7 juta peserta, 40 juta tidak aktif dan 17 juta menunggak.

“Anda mungkin menemukan kesulitan keuangan. Ini adalah tantangan besar ke depan,” katanya.

Baca Juga   Manfaat Ampas Kopi untuk Kesehatan Kulit yang Tak Terduga, Jangan Terburu-buru Dibuang!

Di KLU, 95 persen penduduk dilindungi program JKN KIS. Jumlah ini sangat tinggi mengingat secara nasional masih kurang dari 80 persen.

Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu mengatakan, pemerintah sebelumnya memiliki program kesehatan KLU. Namun, program ini menyisakan banyak utang ke daerah. Akhirnya diputuskan untuk mengakhiri program dan kembali ke UHC JKN KIS.

Ia berharap ini menjadi keputusan yang tepat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Peluncuran jaminan kesehatan semesta merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam mendukung program jaminan kesehatan. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

“Sekarang 95 persen. Dengan cara ini semua orang bisa memiliki akses penuh dan komprehensif ke semua layanan kesehatan.” (fer/r9)




Source link