Jangan Tunda Self Love Jalani Hidup Sehat Demi Kesehatan Jantung

DIRI SENDIRI cinta atau mencintai diri sendiri acap sifatnya eksternal, seperti membeli barang kesayangan, serius menekuni hobi, wisata, dan makan makanan favorit.

Hal tersebut memang perlu bagi kesehatan mental. “Siapa pun kita, apa pun latar belakang kita, masa lalunya, bentuk tubuh, kita semua berharga dan layak untuk dicintai,” ujar Psikolog Klinis Inez Kristanti, M.Psi dikutip laman ANTARA(26/1).

Baca Juga:

Membangun Bisnis Digital Antigagal Bagi Milenial

Salah satu bentuk Cinta diri Sendiri, lanjut Inez, dengan berani berkata tidak atau menolak sesuatu. Ada kalanya seseorang perlu memberi batasan agar tahu limitasi di dalam hidupnya.

Cinta diri Sendiri berkait praktik sangat bisa dilakukan ketika kamu sedang berusaha menerapkan pola hidup sehat.

cinta diri Sendiri
Sempatkan berolahraga minimal 20-30 menit sehari. (Unsplash-Tara Glaser)

Secara sadar menerapkan pola hidup sehat bisa pula menjadi Cinta diri Sendiri selain dapat menyehatkan mental juga berdampak baik bagi tubuh.

Kasus serangan jantung pada usia muda dapat menjadi pengingat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat. Pola hidup sehat dapat dilakukan dengan mudah agar jantung sehat apalagi ditambah menjadi bagian dari kesadaran mencitai diri sendiri atau Cinta diri Sendiri.

Baca juga:

Warga +62 Bicara Cuanlove

Berikut langkah-langkah sederhana menjaga kesehatan jantung dari dr. Kevin Adrian, editor Medis Senior Alodokter.

Perokok memiliki risiko jauh lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung koroner. Bahkan tidak hanya perokok, tetapi juga orang-orang di sekitarnya secara tidak langsung (perokok pasif) juga memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit tersebut.

cinta diri Sendiri
Perokok pasif juga memiliki risiko terkena penyakit jantung. (Unsplash-Julia Engel)

Hal tersebut dikarenakan racun yang terdapat di dalam rokok bisa merusak pembuluh darah jantung. Jika dibiarkan, maka akan mengurangi aliran darah ke jantung dari waktu ke waktu sehingga mengakibatkan kekurangan oksigen dan nutrisi, alias merusak fungsi jantung. Maka, kurangi atau usahakan tenaga untuk berhenti merokok demi kesehatan jantung Anda dan orang di sekitarmu.

Baca Juga   Ini Aturan Protokol Kesehatan Terbaru di Rumah Ibadah

Setalah itu, kamu harus melakukan aktivitas fisik atau olahraga untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Alangkah lebih baik kamu bisa menyempatkan waktu untuk berolahraga setidaknya 20-30 menit sehari, karena hal tersebut bisa memiliki efek yang sangat positif pada kesehatan jantung.

cinta diri Sendiri
Ikan merupakan salah satu makanan yang kaya akan asam lemak omega-3. (Unsplash-Caroline Attwood)

Pilihan olahraganya pun tidak perlu terlalu berat, cukup jalan kaki, joging,turun, atau naik-tangga.

Mengonsumsi makanan mengandung asam lemak omega-3 juga dapat membantu mencegah penyakit jantung. Ikan merupakan salah satu makanan kaya akan asam lemak omega-3.

Baca juga:

Efek Cuanlove Pertunangan Jonanthan Natakusuma dan Jesicca Tanoesoedibjo

Kamu dapat memilih jenis ikan sarden tuna atau salmon. Ikan tersebut sebaiknya dikonsumsi secara rutin dua kali seminggu untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan asam lemak omega-3.

Makan makanan tinggi serat dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Serat dapat diperoleh dari buah-buahan, sayuran, gandum, kacang, dan sereal.

cinta diri Sendiri
Kebutuhan serat bagi tubuh bagusnya minimal 30 gram per hari. (Unsplash-Dan Emas)

Sebenarnya, memenuhi kebutuhan serat bagi tubuh bagusnya minimal 30 gram per hari. Namun perlu dicatat asupan makanan mengandung serat makanan harus bertahap. Misalnya, konsumsi sayuran dapat menyebabkan rasa kenyang, namun tidak boleh dimakan dalam jumlah banyak sekaligus. Lalu ketika mengonsumsi serat, minumlah lebih banyak air putih untuk pencernaannya.

Terakhir, menjaga kadar gula di dalam tubuh. Memiliki kadar gula darah tinggi membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit jantung dan juga diabetes.

Hal tersebut dikarenakan hiperglikemia dapat merusak pembuluh darah dan saraf pengendali jantung.

Beberapa upaya untuk mengurangi risiko diabetes seperti mengganti nasi putih dengan nasi merah dan mengurangi asupan gula yang perlu dilakukan. Lalu sempatkan untuk memeriksa gula darah secara teratur, terutama jika sudah berusia 45 tahun. (frs)

Baca juga:

Pencinta Gorengan Tak Perlu Panic Membeli Memborong Minyak Goreng

Baca Juga   10 Manfaat Buah Apel Untuk Kesehatan, Bisa Jauhkan Diri Dari Dokter

.


Source link