Penanganan Sektor Kesehatan Dorong Pemulihan Ekonomi 2021

JAKARTA, investor.id — Badan Pusat Statistik melaporkan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2021 mencapai 3,69%. Perekonomian Indonesia 2021 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) di atas harga berlaku mencapai Rp 16.970,8 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp 62,2 juta atau US$ 4.349,5.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, capaian pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding tahun 2020 yang terkontraksi 2,07% sebagai dampak dari pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia. Melihat berbagai peristiwa yang terjadi selama tahun 2021 maupun kuartal IV-2021 maka pemulihan kesehatan menjadi faktor penting dalam pemulihan ekonomi.


“Harapannya momentum pemulihan ekonomi bisa terjaga di tahun 2022 dengan catatan protokol kesehatan yang berperan penting sehingga setiap hari semakin berkurang dan mobilitas penduduk semakin bagus. Pada akhirnya pemulihan ekonomi di tahun 2022 bisa berlanjut sesuai harapan,” ucap Margo kepada awak media dalam telekonferensi pers di Kantor BPS pada Senin (7/2).

Bila dilihat dari lapangan usaha maka industri pengolahan saham terbesar hingga 0,70%. pertumbuhan industri pengolahan selama tahun 2021 mencapai 3,39%. Hal ini didukung oleh produksi mobil tumbuh 62,56%, produksi motor tumbuh 34,41%, dan produksi semen tumbuh 7,04%.

Baca Juga: BPS: Ekonomi Kuartal IV-2021 Tumbuh 5,02%

“Bagus untuk membuat industri pengolahan tumbuh 3,39% jauh lebih jika dibandingkan dengan 2020 akibat kontraksi 2,93%,” ungkap Margo.

Komponen perdagangan, reparasi mobil dan motor mengalami pertumbuhan 4,65% dengan kontribusi ke pertumbuhan ekonomi 0,6%. pertumbuhan komponen tersebut ditopang oleh penjualan mobil grosir yang tumbuh hingga 66,64%, penjualan motor tumbuh 38,16%, dan penjualan semen tumbuh 6,73%. Komponen informasi dan komunikasi tumbuh 6,81%, dengan kontribusi ke pertumbuhan ekonomi 0,41%. Komponen ini mengalami kontraksi dibandingkan tahun 2020 yang tumbuh hingga 10,61%.

“Informasi dan komunikasi pada tahun 2021 karena informasi industri yang mencakup pencetakan dan barang-barang dari kertas selama kontraksi,” ucap Margo.

Kemudian, komponen-komponen mencari dan menghitung mengalami pertumbuhan 4% pada tahun 2021. Komponen ini berkontribusi 0,29% terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Lalu, komponen-komponen pertanian tumbuh 1,84% di tahun 2021. Hal ini dilakukan oleh produksi padi tumbuh 0,17%, diikuti oleh produksi hortikultura meningkat 2,89%), jeruk (21,59%), dan nanas (18 ,63 %).

Baca Juga: BPS: Ekonomi Indonesia 2021 Tumbuh 3,69%

Selanjutnya, komponen transportasi dan pergudangan tumbuh 3,24% selama tahun 2021. Hal ini disebabkan oleh peningkatan volume pengiriman barang domestik maupun ekspor dan impor. Pada saat yang sama juga terjadi peningkatan aktivitas pergudangan dan logistik perusahaan.

Pengeluaran

Sedangkan jika dilihat dari penampilan maka Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)/Investasi menjadi kontributor terbesar untuk pertumbuhan ekonomi 2021. PMTB tumbuh 3,80% dengan kontribusi ke pertumbuhan ekonomi 1,21%. pertumbuhan investasi oleh penjualan semen domestik yang tumbuh 4,33%. Meningkatnya produksi domestik dan nilai impor mesin masing-masing sebesar 15,46% dan 11,07%.

“Realisasi belanja pemerintah APBN selama 2021 naik 32,46% dibanding 2020,” ucapnya.

rumah tangga tumbuh 2,02% dengan konsumsi kontribusi 1,09% ke perekonomian nasional sepanjang tahun 2021. Hal ini dilakukan oleh peningkatan oenjualan eceran makan, minuman, tembakau, serta bahan bakarmas kendaraan 1774, 1% %. penjualan grosir mobil penumpang dan sepeda motor masing-masing tumbuh 69,67% dan 38,07%. Nilai transaksi uang elektronik, kartu debit, dan kartu kredit tumbuh 11,7%.

Komponen ekspor barang dan jasa tumbuh hingga 24,04% dengan kontribusi ke pertumbuhan ekonomi nasional 0,98%. “Ekspor sangat impresif di tahun 2021 ini, jauh lebih bagus dari 2020 yang kontraksi 8,14%,” kata Margo.

Komponen pengeluaran pemerintah tumbuh 4,17%, meningkat dari tahun 2020 yang hanya tumbuh 2,02%. Hal ini realisasi realisasi belanja barang dan jasa APBN tahun 2021 sebesar Rp 403,11 triliun meningkat dibandingkan 2020. Realisasi belanja pegawai APBN tumbuh 2,01% dibanding 2020.

Editor: Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

.


Source link

Baca Juga   Jangan Tunda Self Love Jalani Hidup Sehat Demi Kesehatan Jantung