Dampak KDRT Terhadap Kesehatan Mental Perempuan

tirto.id – Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah kekerasan yang kerap terjadi dalam lingkungan rumah tangga, seperti pernikahan. Banyak kasus KDRT yang melibatkan korban perempuan.

Kasus KDRT bukan hanya mengakibatkan korban luka fisik. Korban KDRT juga dapat mengalami sejumlah permasalahan mental, khususnya jika terjadi pada perempuan.

Ini kemudian memicu korban mengalami beberapa gangguan mental, seperti depresi, kecemasan, trauma, hingga mengalami obat-obatan.

Dampak terhadap Kesehatan Mental

Menurut laman The Conservation, wanita yang memiliki pengalaman KDRT rentan terkena masalah kesehatan mental. Masalah kesehatan mental tersebut termasuk Gangguan Stres Pasca Trauma (PTSD), depresi, kecemasan, penyalahgunaan zat atau obat-obatan, dan keinginan untuk bunuh diri.

Temuan penting dalam Journal of Public Health, wanita yang terkena dampak kekerasan antara kedua orang tuanya mungkin akan mengalami distima, kecemasandan fobia.

1. Gangguan Stres Pasca Trauma (PTSD)

Luka atau trauma yang disebabkan oleh KDRT akan mengakibatkan seseorang mengidap PTSD. Dikutip dari laman Womens Health, PTSD dapat terjadi pada seseorang yang mengalami trauma dari pengalaman yang mengejutkan atau menakutkan, seperti serangan seksual atau kekerasan.

Orang dengan PTSD akan mudah terkejut, merasa gelisah atau gelisah, sulit tidur, atau meluapkan amarah. Selain itu, pingidap PTSD akan mengalami kesulitan mengingat sesuatu atau memiliki pikiran negatif tentang diri sendiri atau orang lain.

2. Depresi

Depresi merupakan sebuah penyakit yang ditandai dengan rasa sedih yang berkepanjangan dan kehilangan minat untuk kegiatan-kegiatan yang biasanya kita lakukan dengan senang hati.

Dilansir dari laman Womens Health, depresi termasuk penyakit serius. Pengidap depresi bisa mendapatkan bantuan untuk merasa lebih baik. Jika Anda merasa tertekan, khawatir dengan profesional kesehatan mental.

Baca Juga   Sistem Kesehatan RI Sudah Cukup Siap Menghadapi Omicron

3. Gangguan kecemasan

Gangguan kecemasan merupakan salah satu penyakit mental yang disebabkan oleh KDRT. Dilansir dari laman Womens Health, kecemasan bisa berupa kecemasan umum tentang segala hal, atau bisa juga serangan tiba-tiba dari rasa takut yang hebat.

Kecemasan ini bisa menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu dan tentunya sangat mengganggu kehidupan sehari-hari. Korban KDRT mungkin mengalami gangguan kecemasan Karena kekerasan yang ya alami, baik kekerasan fisik, verbal maupun psikis. Korban KDRT harus segera memeriksa diri agar bisa ditangani dengan baik.

4. Penyalahgunaan Zat

Penyalahgunaan zat adalah istilah untuk zat dan obat-obatan. Dilansir dari Womens Health, banyak wanita dengan pengalaman kekerasan menggunakan obat-obatan sebagai cara mereka untuk mengatasi stres.

mengatasi stres adalah suatu upaya individu untuk mengatasi stres dengan cara melakukan perubahan kogntif maupun perilaku guna memperoleh rasa aman dalam dirinya sendiri.

Dilaporkan dari Womens Health, penelitian menunjukkan bahwa sekitar 90% wanita dengan masalah penggunaan narkoba pernah mengalami kekerasan fisik atau seksual

Mengonsumsi obat-obatan mungkin saja membuat penikmatnya merasa lebih baik sewaktu-waktu, tetapi sangat buruk untuk kesehatan dan kehidupan. Obat-obatan, rokok, dan alkohol tidak akan membantu mengatasi permasalahan. Segera minta bantuan jika Anda mulai terpikirkan untuk mengonsumsi obat-obatan.

.


Source link