Regulator Kesehatan Afrika Selatan Daftarkan Vaksin Sinopharm

Persetujuan vaksin Sinopharm membuka jalan bagi vaksinasi penduduk usia 18 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JOHANNESBURG — Regulator kesehatan Afrika Selatan (Afsel) telah mendaftarkan vaksin Covid-19 asal China, Sinopharm pada Senin (7/2/2022). Persetujuan ini secara efektif membuka jalan untuk penggunaan bagi penduduk dewasa di atas usia 18 tahun di negara itu.

“Otorisasi ini didasarkan pada data keamanan, kualitas, dan kemanjuran yang dapat diterima yang dikirimkan oleh MC Pharma,” kata Otoritas Pengaturan Produk Kesehatan Afrika Selatan (SAHPRA) dalam pernyataannya. MC Pharma adalah perusahaan yang berbasis di Beijing yang memproduksi vaksin Sinopharm.

Dua vaksin Covid-19 yang paling banyak digunakan di China dikembangkan oleh Sinovac dan Sinopharm yang terbukti efektif melawan SARS-CoV-2 varian Delta. SAHPRA mengatakan otorisasi mereka untuk vaksin berdasarkan data yang diserahkan oleh perusahaan pada kedua tahun lalu.

Nantinya vaksin tersebut akan digunakan pada orang berusia 18 tahun ke atas. Namun, izin tersebut tunduk pada beberapa, vaksin yang dipasok dan diberikan dua dosis melalui injeksi intramuskular dan harus tunduk pada ketentuan keamanan berkala kurang lebih empat pe.

Pemerintah Afsel belum secara resmi mengumumkan kesepakatan pasokan atau pengadaan pengiriman Sinopharm. Kondisi lebih lanjut terkait dengan pelaporan hasil studi yang sedang berlangsung dan sesuai dengan kegiatan pertanian sebagaimana dijelaskan dalam rencana manajemen risiko yang disetujui, termasmak bengauan pen

Hasil uji coba vaksin menunjukkan bahwa efek samping biasanya ringan atau sedang dan hilang dalam beberapa hari setelah vaksinasi. Efek samping yang paling umum dilaporkan adalah nyeri di tempat yang diunggah, sakit kepala, kelelahan, otot dan mual.

“Pendaftaran vaksin ini merupakan langkah besar dalam pendaftaran karena Sahpra memainkan dalam perang melawan Covid-19,” kata kepala eksekutif Dr Boitumelo Semete- Makokotlela seperti dikutip laman Business Tech, Senin.

Baca Juga   Pegiat Meminta Bahasa Daerah di Afrika Disertakan Dalam Perangkat Teknologi Berbasis Suara

Setelah ini telah sepenuhnya memvaksinasi hanya sekitar 28 persen dari total populasi sekitar 60 juta. Selama ini Afsel hanya mengandalkan dosis vaksin Pfizer dan Johnson & Johnson untuk inokulasinya saat bersiap menghadapi potensi gelombang kelima.

sumber : Reuters

.


Source link