Sukabumi Perkuat Layanan Kesehatan untuk Menghadapi Kenaikan Kasus

Dinas Kesehatan dan RSUD Syamsudin harus menjawab tantangan pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI — Pemkot Sukabumi berupaya meningkatkan layanan kesehatan mulai puskesmas hingga rumah sakit. Langkah ini menyusul naiknya kasus Covid-19 dalam beberapa terakhir.

”Dinas Kesehatan dan RSUD Syamsudin harus menjawab tantangan seperti pandemi Covid-19,” ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi di sela mengikuti Forum Perangkat Daerah (FPD) Dinas Kesehatan Kota Sukabumi untuker penyusunan K.P.D. 2023, Senin (7/2).

Menurut dia, Kota Sukabumi adalah pusat pelayanan berkualitas di bidang pendidikan, kesehatan, dan perdagangan. Sehingga pemkot berkomitmen menjadikan Kota Sukabumi sebagai kota jasa pendidikan, kesehatan, dan perdagangan.

Pada awal 2022 ini, lanjut Fahmi, misalnya masih dilakukan percepatan penanganan Covid-19 yang mulai mengalami kenaikan. Pada Senin misalnya, dilaporkan sebanyak 23 kasus baru Covid-19. Total kasus Covid-19 dari 1 Januari hingga 7 Februari 2022 mencapai sebanyak 99 kasus. Total 85 orang isolasi dan 14 orang sembuh.

Fahmi mengatakan, layanan kesehatan di semua tingkat harus bisa mengantisipasinya. Sehingga warga bisa mendapatkan layanan kesehatan terbaik.

Di setiap SKPD ikut berupaya meningkatkan indikator makro seperti IPM, persentase penduduk miskin, dan pengangguran. Di mana setiap dinas memiliki peran memperbaiki target indikator makro. Misalnya penduduk miskin erat dengan kesehatan karena banyak warga miskin karena sakit. ‘

‘Ketika sehat maka angka kemiskinan berkurang dan sebagian besar warga sehat maka angka kemiskinan di tekan,’ kata Fahmi. Ia mengatakan, ada sejumlah isu terkini pada 2023 dan akan menjadi pokok intervensi yang disiapkan.

Pertama pasca pandemi Covid-19 dan vaksinasi. Di 2023, berharap namun Covid-19 sudah menjadi endemi, waktunya belum bisa dipastikan. Selain itu, ada tujuh ekonomi baru, di mana kesehatan muncul dalam prioritas di dalamnya. Apalagi dalam visi pemkot, jelas sebagai kota jasa pendidikan, kesehatan, dan perdagangan dan sejalan dengan tujuh ekonomi baru, khususnya kesehatan atau jasa kesehatan.

Baca Juga   Pariwisata dan ancaman kesehatan global

”Karenanya, teknologi kesehatan harus semakin meningkat dari waktu ke waktu dan dinkes dan RSUD Syamsudin harus update yang terbaru,” kata Fahmi. Ia menjelaskan, ada tiga pilar persaingan yang harus disiapkan, yakni pesaing, pelanggandan perusahaan.

Intinya, harus ada persiapan teknologi dan pelayanan kesehatan, baik dokter, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya untuk menjawab tantangan zaman. Selain itu, infrastruktur kesehatan dalam kerangka menjawab tantangan kesehatan

Fahmi menjelaskan, isu-isu lainnya di 2023 yakni kawasan limbah, sanitasi lingkungan, dan pengelolaan sampah. berikutnya isu-isu lanjutan modal sosial berbasis budaya dan persiapan pemilu dan pilkada serentak 2024.

”Program dan kegiatan unggulan akan diselesaikan pada 2022 dan 2023 menyisir target yang belum tuntas,” kata Fahmi. Salah satunya program kesehatan karena berdampak pada berbagai sektor lainnya.

.


Source link