Penanganan Sektor Kesehatan akan Pulihkan Perekonomian Domestik

JAKARTA, investor.id – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan langkah-langkah di bidang kesehatan dan ekonomi akan dilakukan secara bersamaan untuk pemulihan ekonomi nasional. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak penyebaran Covid-19 varian omicron perekonomian.

Deputi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, langkah pengendalian segera sebaran omicron dilakukan dengan membatasi upaya dan percepatan kampanye. Berkaca dari pengalaman tahun 2021 Saat itu pengendalian penyebaran varian delta dilakukan dengan cepat. Sehingga pertumbuhan ekonomi kuartal III 2021 bisa mencapai 3,51%.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Dorong Recovery Ekonomi

“Tetap tumbuh positif dan pemulihan di kuartal berikutnya bisa lebih cepat. Sehingga di kuartal IV bisa tumbuh pada 5,02%,” ucap Amalia saat dihubungi Harian Investor pada Senin (7/2).

Dia mengatakan kondisi kuartal III-2021, ini menjadi pengalaman bagi pemerintah untuk menangani penyebaran varian omicron saat ini.

“Kuncinya adalah pengendalian serempak di seluruh daerah, disiplin masyarakat, penegakan auran, dan prokes yang ketat,” ucap Amalia.

Baca juga: Airlangga Hartarto: PMI Januari Menggelat, Arah Pemulihan Ekonomi Makin Kuat

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2022 di posisi 5,2% sampai 5,5%. Dari sisi ekonomi. Dari sisi kebijakan fiskal belanja anggaran APBN akan dipercepat di awal tahun. “Sehingga dampak omicron bisa diminimalkan,” ucap Amalia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2021 mencapai 5,02% (yoy) dan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan tahun 2021 mencapai 3,69% (yoy). Angka ini meningkat dari kinerja tahun sebelumnya yang terkontraksi 2,07% (yoy).

Ke depan, perekonomian diperkirakan tumbuh lebih tinggi pada 2022, didukung oleh percepatan vaksinasi, pembukaan ekonomi yang semakin meluas, dan berlanjutnya kebijakan stimulus Bank Indonesia, Pemerinitah takas kan ter dan Erlain yang diterima pada Senin (7/2).

Baca Juga   Manfaat Diet Gula untuk Kesehatan dan Cara melakukannya
Direktur Eksekutif Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono.  Foto: IST
Direktur Eksekutif Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono. Foto: IST

Dari sisi pengeluaran, hampir seluruh komponen PDB pada kuartal IV-2021 tumbuh positif dan lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal sebelumnya. Konsumsi rumah tangga tumbuh 3,55% (yoy), jauh di atas capaian kuartal sebelumnya sebesar 1,02% (yoy), seiring dengan peningkatan mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Investasi tumbuh sebesar 4,49% (yoy), terutama ditopang oleh investasi nonbangunan.

Baca juga: Penanganan Sektor Kesehatan Dorong Pemulihan Ekonomi 2021

kinerja Pemerintah tercatat sebesar 5,25% (yoy), mendorong peningkatan ekonomi belanja untuk program pemulihan nasional yang terus berlanjut, termasuk penanganan Covid-19.

“Sementara itu, kinerja ekspor tercatat tetap tinggi sebesar 29,83% (yoy), didukung oleh permintaan mitra dagang utama yang tetap kuat. Adapun impor triwulan IV- 2021 tercatat tumbuh tinggi 29,60% (yoy),” ucapnya.

Editor: Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

.


Source link