Dominasi Konglomerat Teknologi Mulai Goyah, Kok Bisa?

Jakarta, CNBC Indonesia – Saat saham-saham teknologi AS dilanda koreksi tajam. Bukan hanya Mark Zuckerberg si empunya induk Facebook dan Instagram, Meta Platform yang kekayaannya anjlok, bos teknologi besar AS lainnya yakni Jeff Bezoz mengalami nasib serupa.

Berbeda dengan tahun lalu, saham-saham teknologi cenderung diobral di pasar awal tahun ini. Jika tahun lalu saham-saham teknologi di AS menjadi buruan kini nasibnya berubah 180 derajat.

Aksi jual yang masif membuat indeks Nasdaq Composite yang berisikan saham-saham teknologi ambrol hampir 10% secara year to date (ytd).

Pemicunya adalah bank sentral AS (The Fed) yang diperkirakan bakal menaikkan suku bunga acuan di bulan Maret 2022 nanti.

Sebagai informasi, saham-saham teknologi memang cenderung melepaskan saat kebijakan moneter yang diketatkan oleh bank sentral.

Salah satu saham yang juga ikut terlibat adalah saham raksasa teknologi e-commerce AS yakni Amazon.

Seperti yang sudah diketahui Amazon merupakan perusahaan terbaik di dunia yakni Jeff Bezos.

Amazon tercatat mulai melantai di bursa saham AS pada 15 Mei 1997, tepat sebelum dot com gelembung meletus pada tahun 2000-an.

Beruntungnya Amazon merupakan salah satu yang selamat dari krisis dan kini nilai kapitalisasi pasarnya sudah mencapai di atas US$ 1,5 triliun.

Valuasi Amazon bahkan jauh lebih besar dari total output perekonomian Indonesia yang baru menyentuh US$ 1 triliun.

Sebagai informasi, Jeff Bezos sang pendiri memiliki 9,82% saham Amazon atau setara dengan 49,97 juta saham.

Pada awal tahun, saham Amazon ditransaksikan dengan harga US$ 3.409/unit. Dengan begitu kekayaan Jeff Bezos saat itu mencapai US$ 170,3 miliar. Dengan kurs kekayaan sekarang Jeff Bezos setara dengan Rp 2.435,9 trilun.

Baca Juga   Buka Peluang, Unit Bisnis StarHits MNC Group Gandeng Tokocrypto Manfaatkan Teknologi NFT: Okezone Economy

Namun, kerja keras, tepatnya pada 3 Februari lalu harga saham Amazon anjlok 18.5% ke level US$ 2.777/unit. Alhasil kekayaan Jeff Bezos langsung melesat US$ 31,58 miliar atau setara dengan Rp 451,67 triliun.

Bedanya tentunya penurunan harta Jeff Bezoz berlangsung secara bertahap yakni dalam periode lebih dari satu bulan, sedangkan longsor sahamnya Meta 26% yang menyebabkan kekayaan Mark Zuckerberg lenyap, terjadi dalam waktu sehari saja.

Meskipun demikian, saham Amazon juga sudah berhasil rebound, meskipun masih tetap terkoreksi hampir 6% dibandingkan awal tahun. Hal ini membuat kekayaan Jeff Bezos masih minus Rp 144,34 triliun.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(trp)



.


Source link