Kementerian Komunikasi dan Informatika

SIARAN PERS NO. 43/HM/KOMINFO/02/2022

Siaran Pers No.43/HM/KOMINFO/02/2022

Selasa, 8 Februari 2022

tentang

Kembangkan Model Bisnis Baru, Menteri Johnny Dorong Pers Adaptasi Teknologi Digital dan Khalayak

Kemajuan dan gangguan teknologi yang terjadi selama pandemi Covid-19, akan terus memengaruhi proses bisnis industri media konvensional dan media mainstream Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate menyatakan di era digital, kemajuan teknologi berupa data besar, kecerdasan buatandi metaverse dapat kebutuhan data serta analisis untuk produksi dan distribusi konten industri media.

“Orientasi media industri yang baik akan menghasilkan jurnalisme yang berkualitas berbasiskan data, analisis dan pendekatan teoritis yang memadai,” ujarnya dalam Konvensi Nasional HPN 2022: Membangun Model Media Massa yang Berkelanjutan, yang berlangsung secara hibrida dari Phinisi Room Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (2022-02-08).

Menurut Menkominfo dunia terus bersemangat untuk melakukan transformasi digital di tengah berbagai keterbatasan yang timbul akibat pandemi Covid-19. Hal itu juga penting dilakukan insan pers agar bisa menemukan model bisnis baru media.

“Perubahan besar yang dihasilkan oleh kemajuan teknologi menjadi orientasi digital, sekaligus yang dapat menembus keterbatasan, perluasan perspektif dan solusi jangkauan. Sekaligus mempercepat proses di berbagai lini kehidupan, tentunya termasuk di industri media,” jelasnya.

Mengutip laporan The New York TimesMenteri Johnny menyatakan hampir sepertiga konten yang diterbitkan jurnalis Berita Bloomberg dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan atau reporter robot. Hasil kerja itu memudahkan jurnalis berfokus pada konten yang berdasarkan riset serta data humanisme yang kuat.

“Selain itu, The Huffington Postjuga telah memanfaatkan data besar sejak tahun 2014 yang lalu untuk mengoptimalisasi konten, mengautentikasi komentar, memastikan efektifitas iklan, mengatur penempatan iklan hingga membuat personalisasi pasif,” jelasnya.

Baca Juga   Benarkah Kecepatan Internet Indonesia Sama dengan Tokyo dan Sydney?

Dengan demikian, artikel tersebut akan dibaca lebih banyak khalayak dalam waktu yang relatif lebih singkat. “Ini studi dari Institut Penulis. salah satu praktik sederhananya, data besar digunakan untuk menentukan timing yang paling tepat, untuk ledbitkan satu artikel maupun peron apa yang paling sesuai untuk digunakan dalam menyebarkan artikel tersebut,” tutur Menkominfo.

Menteri Johnny juga menjelaskan perkembangan metaverse yang mendukung kemunculan model bisnis baru industri media. Sebagai gambaran, Menkominfo menyatakan pada tahun 2003 telah muncul platform kehidupan keduayakni komunitas on line yang mendukung pengguna membuat avatar dan berinteraksi di dunia Maya.

Dalam platform itu, menurut Menteri Johnny hadir Lingkungan Kehidupan Keduayaitu surat kabar on line yang mendukung pemilik dan pembuat bisnis virtual untuk mengiklankan layanan atau produk mereka kepada konsumen di dalam platform kehidupan kedua.

“Hal ini dilakukan melalui pembelian tempat iklan yang dapat diubah menjadi artikel dan siaran pers, di mana pendapatan dan diperoleh melalui pembayaran yang dilakukan melalui papan iklan yang terdapat di olahraga maya perusahaan dengan mata uang yang berlaku pada peron tersebut,” tuturnya.

Adaptasi Khalayak

Menkominfo menyatakan saat ini terjadi pergeseran konsumsi media di kalangan masyarakat selama satu dekade terakhir. Kondisi itu terlihat dari tren penurunan konsumsi media konvensional dari tahun 2011 sampai tahun 2021.

“Konsumsi media cetak turun sekitar 50%, media televisi sekitar 24%, radio sekitar 19%. Di sisi lain, media berbasis desktop mengalami peningkatan peningkatan sebesar 20%, dan bahkan media berbasis seluler naik sebesar lebih dari 460%. Ini menurut catatan dari bandwidth, rekam, dan waktu berisiko tahun 2021,” urainya.

Sementara di sektor, sebanyak 75% eksekutif perusahaan global komunikasi, jurnalisme, dan media massa menunjukkan adanya kebutuhan sebelumnya untuk produksi yang lebih tinggi dari.

Baca Juga   Hasilkan Gambar Super, Intip Kecanggihan Teknologi Kamera Foto Ponsel Huawei P50: Okezone techno

“Sebagai salah satu industri yang paling beroperasi akibat pandemi Covid-19 dan disrupsi teknologi digital, 86% dari para eksekutif tersebut percaya bahwa untuk bersaing di dunia serba digital dibutuhkan strategi bisnis yang memposisikan audiens serta pelanggan sebagai mitra kerja,” jelas Menkominfo.

Menteri Johnny menyatakan, data pertumbuhan arus yang juga semakin besar memungkinkan perusahaan untuk melakukan, serta menyasar khlayak dengan lebih akurat. Bahkan, perkembangan kecerdasan buatan memudahkan perusahaan untuk membangun personalisasi produk, serta layanan bagi audiens yang berbeda sesuai dengan kebutuhan.

“Saat ini di Indonesia pun kita melakukan mulai tersedia Dan penyebaran 5G untuk merespons munculnya beragam teknologi, serta media digital yang baru misalnya metaverse, komputasi awanyang akan mendorong pergerseran produksi maupun konsumsi di bidang komunikasi jurnalisme dan media,” tuturnya.

Menkominfo menegaskan, pada tahun 2019 lalu tercatat layanan yang digunakan oleh setiap layanan 5G hanya berkisar sekitar 11.7 Gigabyte. Proyeksi pada tahun 2028 mendatang akan meningkat sampai dengan 725% atau sekitar 84,83 Gigabyte setiap bulan.

“Pada masa tersebut diprediksikan pula layanan informatif, inovatif dan kreatif yang berbentuk audio visual baik video berkualitas tinggi, augmented reality, realitas virtual dan lainnya akan mendominasi 90% data berbasis teknologi 5G,” tandasnya.

Meski tidak bisa hadir secara fisik karena berbagai kendala yang ada, Menteri Johnny mengharapkan kehadiran Maya tidak mengurangi dukungan dan kolaborasi semua pihak dalam membangun industri pers nasional yang lebih hebat.

“Mohon maaf saya tidak bisa hadir secara fisik di Kendari hari ini, tetapi kehadiran Maya tidak mengurangi nilai dan dukungan untuk membangun industri pers nasional yang lebih hebat. Saya juga ingin menyapa dan menyampaikan Selamat Hari Pers Nasional tahun 2022, Dirgahayu Dewan Pers, Dirgahayu PWI, Dirgahayu seluruh ekosistem pers nasional kita,” ujarnya.

Baca Juga   Startup Tawarkan Teknologi untuk Para Petambak Budidaya Udang

Dalam webinar yang diikuti oleh pekerja media nasional, hadir pula Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh; Ketua PWI Pusat, Atal S. Depari; Chief of Executive (CEO) Ayo Media Network, Roberto Arieza Martin Purba; Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi beritajatim.com, Dwi Eko Lokononto; CEO Tribunnetwork, Dahlan Dahi; Serta Manajer Produksi Radio Suara Surabaya, Edi Prasetyo.

Biro Humas Kementerian Kominfo
Surel: humas@mail.kominfo.go.id
Telp/Faks: 021-3504024
Twitter @kemkominfo
FB: @kemkominfo
IG: @kemenkominfo
situs web: www.kominfo.go.id

.


Source link