Menkominfo dorong adaptasi kemajuan teknologi digital

Jakarta (ANTARA) – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mendorong pers mengadaptasi kemajuan teknologi digital, seperti data besar, kecerdasan buatandi metaverseyang dapat data dan analisis untuk produksi dan distribusi konten industri media.

“Orientasi media industri yang baik akan menghasilkan jurnalisme yang berkualitas berbasiskan data, analisis dan pendekatan teoritis yang memadai,” katanya dalam acara Konvensi Nasional HPN 2022 yang berlangsung secara hibrida dari Phinisi Room Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Selasa.

Dalam siaran pers pada Selasa, di tengah dorongan transformasi digital secara global akibat pandemi, Johnny menilai bahwa transformasi tersebut juga penting dilakukan untuk menemukan model bisnis baru media.

Kondisi pertumbuhan data terkini yang semakin besar, kata Johnny, memungkinkan perusahaan untuk melakukan serta menyasar khalayak dengan lebih akurat.

Selain itu, perkembangan kecerdasan buatan memudahkan perusahaan untuk membangun personalisasi produk, serta layanan bagi audiens yang berbeda sesuai dengan kebutuhan.

“Saat ini di Indonesia pun kita melakukan mulai tersedia Dan penyebaran 5G untuk merespons munculnya beragam teknologi, serta media digital yang baru misalnya metaverse, komputasi awanyang akan mendorong pergeseran produksi maupun konsumsi di bidang komunikasi jurnalisme dan media,” katanya.

Menurut laporan The New York Times yang Johnny himpun menyebutkan hampir sepertiga konten yang diterbitkan jurnalis Bloomberg News dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan atau robot reporter.

Selain itu, The Huffington Post juga telah memanfaatkan data besar sejak 2014 untuk mengoptimalisasi konten, mengautentikasi komentar, memastikan efektivitas iklan, penempatan iklan, hingga personalisasi pasif.

“Ini studi dari Reuters Institute. salah satu praktik sederhananya, data besar digunakan untuk menentukan waktu yang paling tepat, untuk mèrebitkan satu artikel maupun platform apa yang paling sesuai untuk digunakan dalam menyebarkan artikel tersebut,” katanya.

Baca Juga   Kemajuan Teknologi Membuat Peluang Berkarier di Industri Musik Semakin Luas

Johnny mengatakan teknologi metaverse juga mendukung kemunculan model bisnis baru industri media. Ia menyebutkan contoh bahwa pada tahun 2003 telah muncul platform kehidupan kedua atau komunitas virtual yang memungkinkan pengguna membuat avatar dan berinteraksi di dunia maya.

Ia menyebutkan surat kabar berani The Second Life Environment hadir di dalam peron ketiga. Surat kabar ini mendukung pemilik dan pembuat bisnis virtual untuk mengiklankan layanan atau produk mereka kepada konsumen di dalam platform kehidupan kedua.

Johnny mengatakan saat ini terjadi pergeseran konsumsi media di kalangan masyarakat selama satu dekade terakhir yang terlihat dari tren penurunan konsumsi media konvensional dari 2011 hingga 2021.

Menurut catatan dari band dengan, catatan, dan waktu yang berisiko 2021 yang Johnny himpun, penurunan konsumsi tersebut paling banyak terjadi pada media cetak turun sekitar 50 persen, diikuti oleh media televisi sekitar 24 persen, radio sekitar 19 persen.

Pada sisi yang lain, ia juga menyebutkan media berbasis Desktop mengalami peningkatan peningkatan sebesar 20 persen, bahkan media berbasis seluler naik lebih dari 460 persen.

Baca juga: Kominfo: Informasi untuk masyarakat harus aktual, faktual dan kredibel

Baca juga: Persaingan di era digital lalu independent jadi challenge media kini

Baca juga: Menkominfo ingatkan media massa untuk aktual, faktual dan akuntabel

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Redaktur: Ida Nurcahyani
HAK CIPTA © ANTARA 2022


Source link