Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila Melalui Penguatan Literasi Teknologi

Oleh : Nur Wijayanti SH, Guru SMPN 16 Surakarta

PEMBANGUNAN sumber daya manusia unggul dan berkarakter merupakan program prioritas nasional. Sumber daya manusia di Indonesia harus berlandaskan Pancasila. Oleh karena itu Kemendikbud Ristek berkomitmen untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.

Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam utama: beriman, bertakwa mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar, bernalar , bernalar, bernalar dan kreative. Profil capaian Pelajar Pancasila, yaitu: Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, Berkebinekaan global, Gotong royong, Mandiri, Bernalar kritis, dan Kreatif.

Capaian ini tidak mudah untuk dilaksanakan mengingat bantaknya tantangan yang harus dihadapi dunia pendidikan. Salah satu tantangan di dunia pendidikan saat ini adalah munculnya revolusi industri 4.0. Hal yang tampak jelas dari revolusi industri 4.0 adalah kemunculan super komputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, pengeditan genetik, dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak

Lalu bagaimana kita sebagai guru dalam menyikapi 4.0 agar mampu mencetak generasi yang mampu mencapai profil Pelajar Pancasila. Sebagai pendidik, tentu kita harus aktif dan tanggap terhadap kondisi yang ada. Salah satu upaya yang dapat dicapai adalah dengan memperkuat literasi teknologi.

Literasi teknologi adalah kemampuan memahami kelengkapan yang mengikuti teknologi seperti peranti keras (hardware), peranti lunak (software), serta etika dan etiket dalam memanfaatkan teknilogi (Ferguson dalam Sarwidji Suwandi, 2021:13). Literasi ini dalam praktiknya tidak lepas dari pemahaman menggunakan komputer yang di dalamnya mengaktifkan dan mematikan komputer, menyimpan dan mengelola data, serta mengoperasikan program perangkat lunak.

Kita tidak boleh menunggu, namun harus proaktif dan produktif terhadap berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi. Kemampuan harus ditingkatkan secara bertahap dimulai dari ranah pendidikan. Siswa harus menguasai kompetensi yang dibutuhkan diantaranya kompetensi profesional (berdasarkan penguasaan hardskill dan softskill), kompetensi dalam bidang informasi teknologi, dan kompetensi kepribadian untuk membentuk sumber daya manusia yang memiliki jati diri yang baik.

Baca Juga   Estafet Keunggulan Menjadi Kampus Bisnis dan Teknologi

Terciptanya sumber daya manusia yang sesuai dengan cita-cita Pelajar Pancasila memerlukan dukungan dari seluruh komponen masyarakat. Penggabungan fungsi riset dan pengabdian pada masyarakat kepada Kemendikbud Ristek merupakan peluang strategis untuk melakukan program harmonisasi dan kebijakan untuk menghasilkan inovasi yang baik. Literasi Iptek sangat penting untuk memberikan ruang dan dukungan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan yang dinamis selalu berubah.

Pengembangan literasi di Indonesia terus dilakukan agar program yang direncanakan dapat dilaksanakan oleh semua pihak secara sinergis. proyek Merdeka Literasi Indonesia yang ditawarkan oleh Kementerian harus dapat dilaksanakan secara tuntas. Beberapa langkah strategi mulai dilakukan dengan melakukan penguatan literasi kebijakan, literasi program ke satuan pendidikan, dan kampanyenya.

Penguasaan literasi teknologi akan dapat mengasah kreativitas dengan menerapkan pemikiran kritis yang kemudian diolah menjadi inovasi baru. Profil pencapaian Pelajar Pancasila lewat literasi teknologi harus terus disosialisasikan dan didiseminasikan agar semua pihak bisa berpartisipasi secara kolaboratif. Sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas sebagai tujuan program ini akan memberikan dampak positif bagi kemajuan bangsa dan negara.




Source link