Kementerian Kesehatan RI Sebut Daya Grand Square Makassar Tidak Patuh Gunakan Aplikasi Peduli Lindungi

Salah seorang warga Jogja memanfaatkan aplikasi Peduli Lindungi, Selasa (28/9/2021). [Kontributor /Putu Ayu Palupi]

SuaraSulsel.id – Kementerian Kesehatan RI mengumumkan sepuluh besar atau ‘Top 10’ pusat pembangunan mall hingga restoran. Anggap tidak patuh pada penggunaan aplikasi Peduli Lindungi selama 23 Januari hingga 6 Februari 2022.

“Laporan ini berdasarkan data monitoring yang dihimpun Kemenkes dari aktivitas penggunaan aplikasi Peduli Lindungi di mall, hotel, restoran dan tempat wisata,” kata Juru Bicara Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi yang dikonfirmasi di Jakartaari, Kamis 10 Februari 2022.

Dalam laporan tersebut, Kemenkes RI mengumumkan sepuluh besar fasilitas publik dalam skala nasional dengan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi rata-rata satu pengunjung per hari dalam kurun waktu dua pekan.

Mall tersebut di antaranya Linggajati Plaza Jombang, Ramayana Cimone Tangerang, Bata CBD Ciledug Tangerang, Matahari Pekalongan, Daya Grand Square Makassar, Artha Sedana Negara Jembrana, Ramayana Bungur Asih Sidoarjo, Cileungsi Trande Center Bogoran, Plaza Condan Festival Jakarta Sedan Seungara.

Baca Juga:
Presidensi G20, Kemnaker Tawarkan Kebijakan Pendidikan Pelatihan Vokasi Berbasis Komunitas

Sementara pada fasilitas hotel yang menunjukkan okupansi rata-rata satu tamu pada penggunaan Peduli Lindungi di antaranya adalah Zoom Hotel Surabaya, Viva Hotel Kediri, Zodiak Kebon Jati Bandung, Whiz Residance Surabaya, Zest Airport Tangerang Resort, Bidelity, Yogyi Grand Zen Hotel Tulung Agung, Wisma Suryokencono Semarang, Wisma Bahari Parapat Simalungun.

Pengguna Peduli Lindungi yang juga mengamati satu pengunjung dalam kurun waktu yang sama juga dilaporkan dari pengelola restoran di antaranya Zenbu Deli Park Mal Medan, Yeh Gangga Beach Club Taban, Zenbu Central Park Mal Jakarta, Yoshinoya Botani Square Mall Bogor, Yoummyno Olympic, Yummyno , Yumeya Jakarta Selatan, Tema Kitchen Restaurant Badung, Yoshinoya Wisma KEIAI Jakarta Pusat, Yoshinoya Plaza Festival Jakarta Selatan.

Baca Juga   Bantu Masyarakat, Satgas Kodim Yalimo Yonif RK 751 VJS Berikan Layanan Kesehatan : Okezone News

Sementara itu situasi yang sama juga dilaporkan dari destinasi wisata di antara lain Wukirsari Bantul, Wisata Agrojolong Pati, Trita dan Kuliner Jahe Klenting Ngawi, Bukit Baros Sukabumi, Pemandian Bektiharjo Tuban, Bumi Ganodber Lakrem Kurem Hani Badi, Curaman, Jeebrak Dongeng Blitar, Bungur Pertanian Terpadu Karangrejo Tulung Agung.

Siti Nadia mengatakan laporan tersebut menunjukkan indikasi ketidakpatuhan pengelola maupun pengunjung dalam pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi sebagai aplikasi pelacak COVID-19 yang digunakan secara resmi untuk digital Indonesia.kontakan Indonesia

“Rata-rata okupansi mall Berkisar 300 ribu hingga 500 ribu pengguna aplikasi dalam dua pekan, hotel 7 ribu hingga 13 ribu orang, restoran 6 ribu hingga 14 ribu orang dan tempat wisata 12 ribu hingga 87 ribu orang.”

Baca Juga:
Dinas Kesehatan Kota Makassar Skrining Warga Pernah Kontak Erat Wali Kota Makassar

Kemenkes juga telah memberikan teguran terhadap pelaku usaha yang tidak patuh pada pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi sebab dinilai besar memicu klaster penularan COVID-19. (Antara)

.


Source link