Kapan Indonesia Siap Beralih ke Metaverse?

perusahaan global hingga pemerintahan di beberapa negara mulai mengadopsi metaverse. Bagaimana di Indonesia?

Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) Sarwoto Atmosutarno mengatakan, butuh konektivitas yang merata untuk bisa mengadopsi teknologi metaverse atau dunia virtual.

Namun ada syarat lain yang harus dipenuhi. “Harus didukung kecepatan internet tinggi. Ini bisa dipenuhi oleh 5G dan seterusnya,” kata Sarwoto dalam Sofa Talk Series bertema ‘Konektivitas Digital dan Pemulihan Pasca Pandemi Covid-19’ secara virtual, Jumat (11/2).

Indonesia memang sudah menghadirkan 5G. setidaknya ada tiga operator seluler yang menyediakan layanan internet dan tinggi ini yaitu Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata.

Namun, konektivitas internet di Indonesia belum merata. Masih ada 12.548 desa/kelurahan yang belum mendapatkan internet 4G. Sebanyak 9.113 di antaranya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dan 3.435 desa non-3T.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun akan gencar membangun Palapa Ring, menara Stasiun Pemancar Dasar (BTS), dan Satelit Satria I tahun ini. Semua infrastruktur digital di setiap lapisan ini ditargetkan tercapai 2024.

Kominfo juga menargetkan 5G merata di Indonesia pada 2024 sampai 2025.

Meski begitu, Sarwoto menilai Indonesia tidak perlu menunggu semuanya terbangun untuk beralih ke metaverse. Transformasi ini bisa dimulai dari wilayah yang konektivitasnya sudah siap.

“Misalnya, kota-kota besar dulu. Konektivitas di Indonesia bervariasi. Bahkan pemagang ponsel jadul atau telepon fitur jutaan,” kata Sarwoto. “Tidak perlu menunggu yang di daerah. Kita dapat mulai dari nilai keekonomian yang bisa dihidung.”

Di Tanah Air, setidaknya ada lima lembaga pemerintahan dan perusahaan yang mulai beralih ke dunia virtual. Rinciannya yakni:

1. Kementerian PPN atau Bappenas

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Bappenas tengah menyiapkan rancangan ibu kota baru versi dunia virtual metaverse. “Semoga dalam empat bulan kami bisa menunjukkan,” kata Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam rapat dengan DPR, pekan lalu (13/1).

Baca Juga   Melihat dampak teknologi terhadap UKM

Rencana pembuatan ibu kota baru versi metaverse sebenarnya sudah ada oleh Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB). Mereka mengumumkan pembentukan tim khusus pada bulan lalu.

“Kami akan membangun versi meta (metaverse). Pelayanan atau aktivitas di dalamnya (ibu kota baru) bisa kami visualisasikan dalam bentuk tiga dimensi yang menggunakan aplikasi digital,” kata Ketua IA ITB Gembong Primadjaja, dikutip dari Antaraakhir tahun lalu (18/12/2021).

Gembong mengatakan, rencana tersebut mengikuti langkah pemerintah Korea Selatan yang membuat ibu kota yakni Seoul dalam versi metaverse. Negeri ginseng disebut akan menjadi salah satu negara pencetus pembangunan kota di dunia virtual.

2. STRAND

BRIN juga tengah gencar mengembangkan riset terkait teknologi metaverse dengan menggaet Telkom University. Rencana awal BRIN masuk ke metaverse dengan membuat prototipe hologram 3D sebagai sarana komunikasi virtual.

3. Grup WIR

WIR merupakan singkatan dari We Indonesians Rock, Rise and Rule. Perusahaan ini memproduksi pemrograman dan inovasi teknologi AR ke lebih dari 20 negara. Itu dengan bimbingan dari Kementerian Kominfo serta kemitraan dengan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

WIR Group masuk daftar “Metaverse Companies to Watch in 2022” versi majalah bisnis internasional Forbes GE. Daftar ini termasuk Apple, Microsoft, dan Facebook yang baru berganti nama menjadi Meta.

4. Arutala

memulai asal Yogyakarta ini dinilai sebagai implementasi dunia virtual. Perusahaan rintisan berbasis teknologi VR dan AR itu berkomitmen untuk terus berjuang, dan perluasan penerapan di Indonesia.

Arutala berfokus pada kolaborasi VR dan AR di industri teknologi kesehatan, pertambangan, dan alat berat. Perusahaan rintisan ini berhasil mengembangkan produk-produk inovatif bagi berbagai perusahaan di dalam maupun luar negeri.

Baca Juga   Berkat teknologi, pertanian modern dapat meningkatkan produktivitas

5. Inter

Perusahaan rintisan direct to consumer (DTC) di bidang busana (mode) ini berencana menggunakan teknologi AR untuk membuat pengukuran tubuh secara 3D. Rencana itu dikembangkan setelah sumber pendanaan awal (seed funding) yang dipimpin oleh East Ventures tahun lalu.

solusi pengukuran tubuh berbasis teknologi 3D pengunjung dapat melakukan pesanan busana kustomisasi secara instan dan akurat menggunakan melalui tubuh elektronik.

.


Source link