Pemanfaatan Teknologi Informasi sebagai Wahana Edukasi

Jakarta- Dunia digital bisa mengubah karakter seseorang. Bagi individu yang kurang cakap memanfaatkan, teknologi ini cenderung akan membuat lupa identitas dirinya di kehidupan nyata. Oleh karena itu, masyarakat harus bijaksana dengan menggunakan platform ini secara positif, kreatif dan cerdas.

Anggota Komisi I DPR RI, Krisantus Kurniawan mengatakan, keberlimpahan informasi yang mudah didapat masyarakat harus dengan edukasi yang optimal. Contohnya ketika menggunakan media sosial harus memperhatikan akibatnya ketika berselancar di dunia maya.

“Masyarakat harus menjadi filterisasi utama dalam menangkal budaya asing. berita bohong, jangan menyebar budaya kebencian, bijak menggunakan media sosial. Internet harus dimanfaatkan untuk kemaslahatan hidup kita dan kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai,” tutur Krisantus saat menjadi pemateri dalam diskusi berbasis berani yang diseleggarakan oleh Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan tema “Pemanfatana “Pemanfatana Digital dalam Kecakapan Digital” dari Jakarta, (11/2/2022).

Sementara itu, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Yuliandre Darwis mengingatkan, sejatinya manusia tak hanya membutuhkan kemudahan. Perlu diingat bahwa setiap manusia membutuhkan nilai abadi yang menjaga setiap pribadi penggunanya agar tetap bernilai dengan pola media baru.

“Hal ini sejalan dengan kolaborasi KPI dan DPR yang melaksanakan literasi di sejumlah kota di Indonesia. Efek negatif dunia digital perlu diintervensi secara positif dari berbagai pihak, baik pemerintah, instansi pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan,” tegas pria yang akrab di sapa Uda Andre ini.

Yuliandre mengungkapkan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan ComScore VMX 2021, kanal Youtube mengalami peningkatan penonton sebanyak 30 persen pada tahun 2021. Dari survei tersebut, ditemukan bahwa lebih dari 100 juta penontonnya berusia di atas 18 tahun yang berasal dari Indonesia.

Baca Juga   Maxdecal Hadirkan Teknologi Stiker Antigores

“Dapat dikatakan bahwa peningkatan ini mendorong kebutuhan akan layanan internet semakin tinggi,” kata Andre.

Sebagai pakar Komunikasi, Yuliandre memandang internet bukan hanya sekedar mengkoneksikan setiap individu tapi juga menyatukan setiap pergerakan pengaksesnya. “Bagaimana media sosial menguasai data penggunanya, membuat kecanduan, merusak kesehatan mental anak-anak, sampai membuat masyarakat terjerumus pada jurang polarisasi,” pungkasnya. Ibu/Editor: RG dan MR


Source link