Warna Darah Menstruasi Ungkap Kondisi Kesehatan, Kenali Artinya Halaman all

KOMPAS.com – Menstruasi terjadi ketika pendarahan pada rahim yang mengalir dari rahim ke vagina.

Menstruasi merupakan kondisi yang normal dan bagian dari siklus bulanan reproduksi wanita.

Namun, darah yang keluar pun tidak selalu sama.

Dalam kondisi tertentu, darah yang keluar memiliki warna yang berbeda-beda.

Baca juga: 13 Penyebab Menstruasi Tidak Teratur, Tidak Bisa Disepelekan

Warna darah yang keluar saat menstruasi ini pun sangat penting untuk diperhatikan karena dapat menjadi indikasi kondisi kesehatan tertentu.

Berikut ini penjelasan mengenai makna warna darah menstruasi, dilansir dari Berita Medis Hari Ini.

1. Hitam

Darah hitam bisa muncul di awal atau akhir menstruasi seseorang.

Warna hitam merupakan tanda darah tua atau darah yang membutuhkan waktu lebih lama untuk meninggalkan rahim dan memiliki waktu untuk teroksidasi.

Sebelum berwarna hitam, darah tersebut awalnya berwarna coklat atau merah tua dan akhirnya menjadi hitam.

Darah hitam juga bisa menunjukkan adanya pertemuan di dalam vagina seseorang. Gejala lain dari vagina dapat meliputi:

  • keputihan berbau busuk
  • demam
  • kesulitan buang air kecil
  • gatal atau bengkak di dalam atau di sekitar vagina

2. Coklat atau merah tua

Seperti darah hitam, darah berwarna coklat atau merah tua adalah tanda darah tua dan mungkin muncul di awal atau akhir menstruasi.

Darah coklat atau merah tua belum lama teroksidasi seperti darah hitam dan dapat muncul dalam berbagai warna.

Baca juga: Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

3. Merah terang

Darah merah cerah menunjukkan darah segar dan aliran yang stabil.

Suatu menstruasi dapat dimulai dengan perdarahan merah terang dan menjadi gelap menjelang akhir periode.

Baca Juga   4 Manfaat Buah Sirsak untuk Kesehatan, Bantu Melawan Peradangan hingga Mengurangi Stres

Beberapa orang mungkin mendapati bahwa darah mereka tetap berwarna merah cerah selama menstruasi.

Bercak yang tidak biasa atau perdarahan di antara siklus menstruasi mungkin merupakan tanda dari infeksi menular seksual, seperti klamidia atau gonore.

pertumbuhan di lapisan rahim, yang disebut polip atau fibroid, juga dapat menyebabkan pendarahan hebat yang tidak biasa.

kadang-kadang, perdarahan merah cerah mungkin merupakan tanda kanker serviks. Gejala lain dari kanker serviks meliputi:

  • menstruasi yang lebih berat
  • menstruasi yang berlangsung lebih lama dari biasanya
  • berdarah setelah berhupungan seksual
  • keputihan berbau busuk
  • nyeri di punggung bawah, panggul, atau kaki
  • kehilangan selera makan
  • penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan

4. Merah muda

Darah merah atau bercak dapat terjadi ketika darah menstruasi bercampur dengan cairan serviks.

Menggunakan kontrasepsi hormonal dapat menurunkan kadar estrogen dalam tubuh, yang dapat menyebabkan aliran lebih ringan dengan rona merah muda selama menstruasi.

Hubungan seksual dapat membuat robekan kecil di vagina atau leher rahim.

Darah dari robekan ini bisa bercampur dengan cairan vagina dan keluar dari tubuh seseorang sebagai cairan berwarna merah muda.

Penyebab lain dari darah periode merah muda dapat mencakup:

  • penurunan berat badan yang signifikan
  • pola makan tidak sehat
  • anemia

Baca juga: Menoragia (Pendarahan Menstruasi Berat)

5. Oranye

Darah yang bercampur dengan cairan serviks juga tampak berwarna jingga atau oranye.

Darah atau cairan berwarna oranye sering menunjukkan infeksi, seperti vaginosis bakteri atau trikomoniasis.

Orang dengan darah oranye harus memeriksa gejala lain, seperti gatal pada vagina, keputihan, dan bau busuk.

Meskipun darah atau keluarnya cairan berwarna oranye tidak selalu menunjukkan adanya infeksi, ada baiknya seseorang menemui dokter atau ginekolog untuk evaluasi.

Baca Juga   Dampak Makanan Cepat Saji bagi Kesehatan Tubuh, Bisa Pengaruhi Organ Vital

6. Abu Abu

Keputihan berwarna abu-abu biasanya merupakan tanda vaginosis bakterial, yakni kondisi yang terjadi karena ketidakseimbangan antara suatu bakteri menguntungkan dan berbahaya di dalam vagina.

Gejala lain dari vaginosis bakterial meliputi:

  • gatal di dalam dan sekitar vagina
  • bau busuk yang sering digambarkan orang sebagai “amis”
  • buang air kecil yang terasa menyakitkan

Orang dengan gejala vaginosis bakterial harus menemui dokter atau ginekolog.

Dokter biasanya meresepkan antibiotik untuk mengobati bakterial vaginosis.

Dapatkan pembaruan berita pilihan dan berita terkini setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus menginstal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

.


Source link