Hari Pers Nasional, Menkominfo Dorong Pers Adaptasi Teknologi Digital – Ditjen Aptika

Jakarta, Ditjen Aptika – Pemberitaan terkait Peringatan Hari Pers Nasional menjadi isu periode terbanyak dengan total 101 berita dari media nasional dan daerah. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan industri harus dapat menciptakan ekosistem pers yang sehat mengingat transformasi kunci digital untuk membuat sebuah ekosistem bekerja adalah kolaborasi.

Menkominfo Johnny G Plate menyebut di era digital kemajuan teknologi berupa big data, artificial intelligence, dan metaverse mampu memenuhi kebutuhan data serta analisis untuk produksi dan distribusi konten industri media. Menurut dia, kemajuan dan gangguan teknologi terus memengaruhi proses bisnis industri media konvensional dan media mainstream Indonesia.

“Orientasi media industri yang baik akan menghasilkan jurnalisme yang berkualitas berbasiskan data, analisis, dan pendekatan teoritis yang memadai,” tutur Johnny dalam keterangannya dikutip sindonews.com, (02/09/2022).

Dia mengatakan, dunia terus didorong untuk melakukan transformasi digital di berbagai keterbatasan pandemi Covid-19. Hal itu juga penting dilakukan insan pers agar bisa menemukan model bisnis baru media.

Dengan demikian, pers tetap dapat menjadi acuan di tengah gempuran produk-produk informasi yang bertebaran di media sosial yang sering terjadi di hoaks. Lebih lanjut Menkominfo menjelaskan, pemerintah mendukung terciptanya ekosistem industri pers yang sehat dengan mengakomodasi pembentukan payung hukum.

Jika iklim dan level playing field dapat diatur berimbang, maka teknologi digital berupa pemanfaatan big data, artificial intelligence, virtual reality, augmented reality, extended reality bahkan metaverse akan mendorong industri per berkembang.

Terus Bertambah, Simak Sebaran Hoaks Vaksin Covid-19 Yang Diturunkan Kominfo di Media Sosial

Isu mengenai hoaks Covid-18 juga mengungkapkan pemberitaan dalam 24 jam terakhir. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus melaporkan temuan hoax seputar vaksin covid-19. Hingga Rabu (09/02/2022) terdapat 454 temuan hoaks yang tersebar di berbagai media sosial dan sebarannya mencapai 2.632 konten.

Baca Juga   Sistem pendeteksi kebohongan menjadi teknologi tinggi

Berdasarkan data yang dihimpun dari liputan6.com, Rabu, (02/09/2022), sebaran hoaks paling banyak ditemukan di Facebook. Di sana terdapat 2.436 konten hoaks seputar vaksin covid-19. Sementara Twitter berada di posisi kedua. Dalam catatan Kementerian Kominfo ada 111 sebaran hoaks soal vaksin covid-19 di platform ini.

Situs berbagi video, seperti YouTube dan TikTok juga tidak luput dari sasaran hoaks. Tercatat, ada 43 hoaks di YouTube dan 21 di TikTok.
Lalu 21 sebaran hoaks sisanya ditemukan Kementerian Kominfo berada di Instagram. Pihak Kementerian Kominfo sudah melakukan takedown kepada semua hoaks informasi tersebut. (lry)

Cetak Ramah, PDF & Email

Source link