Beli Rafale dari Prancis, DPR Ingatkan Tentang Transfer Teknologi

Indonesia membeli 42 jet Rafale dan dua kapal selam Scorpene dari Prancis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Anggota Komisi I DPR Sukamta menyebutkan, rencana pembelian 42 pesawat tempur Dassault Rafale dari Prancis harus diikuti penguatan industri pertahanan (inhan) dalam negeri. Pemerintah RI dan Prancis telah menerima persetujuan Kerja sama Pertahanan di Perjanjian Kerjasama Pertahanan (DCA) di Paris, pada 28 Juni 2021 untuk memperkuat dan memperluas cakupan kerja sama.

Sebagai tindak lanjutnya, pemerintah memesan 42 pesawat tempur dari Prancis, selain itu juga dua kapal selam Scorpene. “Pembelian 42 pesawat tempur dan alutsista lainnya itu merupakan bagian dari rencana penguatan alutsista kita dalam rangka pemenuhan target Minimum Essential Forces (MEF)./2022).

Menurut dia, pembelian itu merupakan bagian kerja sama penelitian dan pengembangan PT PAL, perusahaan yang bergerak di industri galangan kapal dengan Naval Group. Termasuk juga kesepakatan kerja sama pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul pesawat tempur Prancis di Indonesia melalui Dessault Aviation dan PT Dirgantara Indonesia (DI).

Pemerintah juga tidak memahami kesepahaman di bidang telekomunikasi serta pembuatan amunisi kaliber besar. Wakil Ketua Fraksi PKS DPR tersebut menjelaskan, sesuai dengan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2012 tentang Inhan, setiap pembelian alutsista dari luar negeri harus diikuti dengan transfer teknologi.

“Mengingat pembelian ini banyak jumlahnya, kami berharap transfer teknologi ini direncanakan dengan baik, perinci, dan matang, tidak asal-asalan. Apalagi biaya yang mencapai Rp 68 triliun, jumlah sedikit, kita semua sedang menghadapi pandemi yang juga membutuhkan segera,” Kata Sukamta.

Bahkan, lanjut dia, seharusnya ada sebagian pesawat tempur nantinya yang bisa diproduksi di Indonesia. “Kita sudah memiliki PT Dirgantara Indonesia yang sudah dilibatkan dalam kerja sama dalam pembuatan IFX/ KFX. Ini menjadi modal awal yang bagus,” kata Sukamta.

Baca Juga   Kemenkominfo RI: Transformasi Teknologi Sebagai Sarana Edukasi Termasuk di Pesantren

Jika ada sebagian dari kelompok pesanan yang dibuat di PT DI, sambung dia, tentu akan menjadi lompatan luar biasa dalam akuisisi teknologi pesawat tempur. “Semoga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memasukkan strategi tersebut dalam kerja sama jual-beli pesawat dan lainnya. Kata Sukamta.

.


Source link