Akses Internet Belum Merata, APJII: Infrastruktur Masih On Going

Bisnis.comJAKARTA – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menilai saat ini pemerintah masih terus mempersiapkan infrastruktur agar akses jaringan internet dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Pasalnya, Ketua Umum APJII Muhammad Arif menyebut selama dua tahun terakhir atau sejak pandemi Covid-19 melanda, pertumbuhan perusahaan penyedia layanan internet (penyedia layanan internet/ISP) kian marak.

“Kalau infrastruktur menurut saya masih kita pergi ya. Selaras dengan bertumbuhnya perusahaan baru ini, kan berarti [infrastruktur] masih jalan terus, kecuali udah nggak ada lagi perusahaan yang bergerak di sektor ISP ini,” katanya, Senin (14/2/2022).

Meski begitu, dia tidak menampik bahwa masih banyak wilayah di Indonesia yang masuk kategori tempat kosong atau belum mendapat akses internet secara maksimal.

Maka dari itu, Arif mengaku berkomunikasi dengan pemerintah terutama pemerintah daerah terkait data daerah mana yang masuk ke dalam daerah tempat kosong.

Jadi memang kita sendiri juga lagi coba komunikasi dengan pemerintah khususnya pemerintah daerah karena mereka punya data-data wilayah mana yang tempat kosong dan lainnya. Nanti ketika data itu sudah terkumpul kita akan bertemu dan sosialisasikan ke teman-teman ISP siapa yang bisa melayani daerah-daerah tersebut,” ucapnya.

Menurut Arif, dengan bertambahnya jumlah ISP di Tanah Air, diharapkan dapat menambah infrastruktur jaringan di wilayah Indonesia yang masih terbatas aksesnya.

Dengan begitu, lanjut dia, secara langsung kehadiran ISP-ISP tersebut juga dapat mengurangi konektivitas yang masih menjadi kendala digitalisasi saat ini.

“APJII akan berusaha menawarkan dan mendorong perusahaan penyedia jasa internet [ISP] agar melayani area-area yang belum terjangkau akses internet [blank spot],”tambahnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Mira Tayyiba menyatakan konektivitas digital tidak hanya untuk pembangunan, tetapi lebih kepada lingkungan sosial dan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Baca Juga   Cara Atasi Hoaks hingga Berita Clickbait di Tengah Disrupsi Teknologi

Dia menyebut, akses menjadi perhatian khusus Indonesia. Menurutnya, permasalahan ini tidak saja terkait dengan keberadaan infrastruktur dan masalah spasial.

Namun, ada daerah yang komersial, ada daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) yang harus disediakan infrastruktur digital secara khusus.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini:

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini:

aplikasi internet

Konten Premium

Masuk/Daftar

.


Source link