Kegunaan Gerakan Berjalan untuk Kesehatan, Cegah Arthritis hingga Obesitas

Merdeka.com – Kegunaan gerakan berjalan baik untuk kesehatan. Gerakan berjalan merupakan salah satu kegiatan fisik yang menggunakan otot terutama kaki untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat lain. Kegunaan gerakan memiliki banyak manfaat terlebih dahulu saat dilakukan di pagi hari dan dengan cara yang benar.

Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan agar gerakan berjalan yang berdampak baik untuk kesehatan. Pastikan kamu mengenakan baju atau jaket yang dapat menyerap keringat, gunakan juga sepatu yang khusus untuk berjalan kaki yang memiliki bantalan yang kuat dan fleksibel.

Saat berjalan posisi leher juga tidak boleh menengadah atau menunduk. Usahakan posisi kepala netral dengan pandangan lurus agar tidak mengalami leher. Selain itu, pastikan untuk bernapas seirama dengan langkah dan posisi dada terangkat.

Hal ini dilakukan agar kamu dapat menarik napas panjang dan otot perut. Setelah mengetahui cara gerakan berjalan yang benar-benar kamu perlu tahu kegunaan gerakan berjalan.

Lebih jauh berikut ini kegunaan gerakan berjalan telah dirangkum merdeka.com melalui eprints.umm.ac.id dan berbagai sumber lainnya pada Selasa, (15/02/2022).

2 dari 3 halaman

1. Cegah Diabetes

Kegunaan gerakan gerakan untuk kesehatan yang pertama adalah dapat mencegah diabetes. Menurut National Institute of Diabetes and Gigesive & Kidney Disease, membiasakan berjalan kaki sekitar 6 km per jam, waktu tempuh sekitar 50 menit, dapat menunda atau mencegah berkembangnya diabetes Tipe 2, khususnya pada mereka yang bertubuh gemuk.

2. Cegah Stroke
Kegunaan gerakan gerakan untuk kesehatan berikutnya adalah mencegah stroke. Berjalan cepat selama setengah jam lima kali membantu dalam mengurangi stroke.

Selain itu, berjalan di pagi hari juga dapat membantu pemulihan bagi orang yang mengalami stroke. Kamu bisa melakukannya secara rutin setiap hari mulai dari sekarang dan imbangilah dengan konsumsi makanan yang sehat.

Baca Juga   Teknologi dan Kualitas Pendidikan untuk Semua Jadi Prioritas pada G20

3. Cegah Depresi
Ada manfaat fisiologis untuk gerakan berjalan di pagi hari. Gangguan suasana hati ini mungkin sering menimbulkan banyak gangguan lainnya pada anak muda dan orang dewasa. Berjalan di pagi gari bisa jadi solusi sederhana untuk mengatasi masalah ini.

Saat berjalan endorfin pembunuh rasa sakit alami mengalir dengan baik ke seluruh tubuh. Berjalan cepat setiap hari selama 30 hingga 60 menit mampu meningkatkan mood, mengurangi stres, kelelahan, dan kelelahan.

4. Turunkan Risiko Serangan Jantung
Kegunaan gerakan selanjutnya adalah dapat menurunkan risiko serangan jantung. Seperti yang kita ketahui bahwa otot jantung membutuhkan aliran darah deras dari pembuluh koroner agar bekerja lebih normal tanpa henti.

Berjalan kaki dapat memperlancar aliran darah ke dalam jantung koroner. Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan jantung terjaga untuk dapat mencukupi kebutuhan.

3 dari 3 halaman

5. Cegah Insomnia

Gerakan berjalan dapat membantu tidur menjadi lebih nyenyak di malam hari. Sebuah studi kecil tahun 2017 mengamati orang dewasa berusia 55 hingga 65 yang mengalami kesulitan tidur di malam hari atau hidup dengan insomnia ringan.

Mereka yang berolahraga di pagi hari mengalami kualitas tidur yang lebih baik di malam hari. Jalan cukup membantu pikiran dan pada akhirnya, kamu bisa tidur nyenyak dan merasa nyaman ketika bangun keesokan harinya.

6. Cegah Obesitas
Membiasakan berjalan kaki rutin juga bisa meningkatkan laju metabolisme tubuh. Kelebihan kalori yang mungkin ada juga dikaitkan dengan metabolisme tubuh, sehingga kenaikan berat badan tidak terjadi. Selain itu, kelebihan lemak di bawah kulit akan dibakar bila rajin melakukan kegiatan kaki cukup cepat kurang satu jam.

Berjalan juga kalori yang dapat mencegah obesitas. Obesitas adalah penyebab utama penyakit diabetes yang disebabkan karena gaya hidup yang tidak banyak bergerak.

Baca Juga   Kebebasan Pers Di Era Perkembangan Teknologi Informasi 4.0

7. Cegah Arthritis dan Osteoporosis
Kegunaan gerakan gerakan untuk kesehatan berikutnya adalah dapat mencegah arthritis dan osteoporosis. Arthritis peradangan sendi dan osteoporosis ketika tulang kehilangan kepadatan dan akhirnya rapuh.

Di mana penyakit tersebut dipicu karena gaya hidup tidak aktif. Tidak aktif bergerak dapat memicu kaku pada persendian. Kekakuan ini dapat memicu perkembangan gejala kiriman.

Aktivitas fisik ringan seperti berjalan 5 kali dalam seminggu dapat membantu meredakan nyeri artritis, kekakuan, serta menyediakan energi untuk tubuh. Berjalan melatih sendi dengan lembut dan menguatkannya, bersama dengan peningkatan kepadatan tulang.

8. Penglihatan
Tak hanya dapat mencegah arthritis dan osteoporosis. kaki juga bisa membantu memerangi glaukoma, penyakit yang disebabkan cairan yang terkumpul di bagian depan mata, dan meningkatkan tekanan atas saraf penglihatan. (mdk/nof)

Baca juga:
7 Manfaat Latihan Dips bagi Tubuh, Bantu Tingkatkan Otot Bagian Atas
Penyebab Cedera Saat Olahraga yang Sering Diabaikan, Wajib Diperhatikan
Cara Mengatasi Kram Perut Saat Olahraga, Efektif dan Mudah Dilakukan
20 Makanan Penambah Massa Otot yang Perlu Dikonsumsi, Tak Hanya dengan Olahraga
Menantang Ganasnya Ombak Raksasa di Portugal

.


Source link