Computer Assisted Cartography, Bukti Lahirnya Teknologi Pemetaan Digital

Kartografi Berbantuan Komputer (CAC) merupakan sebuah istilah yang merujuk pada pembuatan sebuah peta menggunakan teknologi komputer. Pada awalnya, teknologi komputer biasanya digunakan dalam pekerjaan teknik dan desain arsitektur (desain dengan bantuan komputer).

Seiring perkembangan zaman, kini banyak digunakan dalam pembuatan peta secara otomatis (pemetaan dengan bantuan komputer). Konsep tersebut sejalan dengan peningkatan pesatnya teknologi Sistem Informasi Geografi (GIS) yang semakin terintegrasi dengan berbagai kebutuhan.

Salah satunya teknologi GIS dapat terintegrasi dalam pembuatan peta berbasis komputer dengan pengembangan GIS vektor, di mana penyimpanan koordinat spasial yang tepat dan grafis tinggi telah memberikan peran penting. Konsep pembuatan peta otomatis menggunakan komputer memang telah ada sejak lama.

Berawal dari keresahan mengingat penggunaan peta kertas menjadi tidak fleksibel digunakan. Pasalnya, peta kertas akan membutuhkan banyak media kertas yang cukup. Oleh karena itu, dikembangkanlah konsep pembuatan peta secara digital dengan memanfaatkan media komputer yang diintegrasikan dengan teknologi GIS, sehingga menghasilkan produk peta digital/virtual yang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan peta tradisional.

Salah satunya adalah sistem CAD dan CAM kontemporer menyediakan kapasitas yang cukup memadai untuk menyimpan sejumlah tematik jalan, fitur udara, kontur, dan lain-lain. Perkembangan konsep tersebut berkembang secara bertahap tidak begitu saja menjadi konsep yang bagus dan diterapkan dalam berbagai bidang.

Beberapa ahli geografi atau kartografer profesional terlibat dalam upaya paling awal untuk menggambar peta dengan komputer. Perkembangan awal berasal dari aplikasi dalam geologi, geofisika dan ilmu lingkungan. Meskipun ada saran untuk penggunaan komputer untuk tugas-tugas kartografi seperti tata letak lembar peta, penempatan nama dan membaca data tabular seperti register populasi, perkembangan awal mewakili kartografi berkualitas sangat rendah.

Baca Juga   Top 10 Pekerjaan di Era Metaverse, Anak Muda Perlu Persiapkan Diri!

Dalam pengembangannya tidak mudah, perlu melakukan berbagi penyempurnaan dan analisis percobaan agar menghasilkan program yang diinginkan. Masalah seperti besarnya biaya awal yang dibutuhkan ketika memasuki lapangan, dan kebutuhan untuk membuat investasi berat dalam perangkat keras dan perangkat lunak di lingkungan di mana keduanya berkembang pesat.

Menjadi salah satu permasalahan pula yang pada waktu itu tak sedikit mengecewakan para pembuat peta skala besar. Namun, sebuah masalah harus dihadapi oleh organisasi mana pun yang ingin mengotomatisasi operasi kartografi yang ada, baik dalam konteks CAC atau GIS. Berikut ini merupakan gambaran linimasa pengembangan otomatiasis pembuatan peta menggunakan komputer:

  1. Awal 1960-an: pengembangan teknis yang cepat, tetapi keengganan untuk menggunakan metode baru dan ketakutan akan teknologi baru yang tidak diketahui.
  2. Akhir 1960-an dan 1970-an: penerimaan CAC, replikasi dari kartografi yang ada dengan bantuan komputer.
  3. Tahun 1980 hingga seterusnya: Produk kartografi baru, potensi yang diperluas, implementasi penuh.

.


Source link