Kemenkes RI Gelar Ecosystem Health Innovation Sprint Accelerator

Kemenkes RI Gelar Ecosystem Health Innovation Sprint Accelerator

UMUM | 08 Mar 2022 16:59:51

Kemenkes RI Gelar Ecosystem Health Innovation Sprint Accelerator


Foto : Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, Dr Erwin Astha Triyono, dr Sp PD KPTI


Ruang Berita Jatim-Gunateknologi inovasi di bidang kesehatan dan bioteknologi, Kemenkes RI menggelar Gelar Ecosystem Health Innovation Sprint Accelerator, bertempat di Novotel Surabaya-Hotel Suites, Selasa (8/3/2022).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, Dr. Erwin Astha Triyono, dr Sp PD KPTI mengatakan, kegiatan ini merupakan rencana kerja transformasi digitalisasi untuk memperkuat tata kelola kebijakan digitalisasi layanan, ekosistem inovasi bangtan m bidun kunha me .

Dikatakannya, ada beberapa isu yang akan disampaikan, pertama terkait indek pembangunan manusia. Angka kematian ibu, angka kematian bayi, stanting, TB, HIV, yang terkait dengan penyakit-penyakit menular, kemudian juga menyajikan penyakit tidak menular, yang sampai saat ini masih menjadi tantangan. “Selain itu ada diabetes, penyakit jantung, penyakit ginjal dan seterusnya. Ini sangat membutuhkan inovasi yang mendorong agar preventif, komutatif, meskipun isu kuratif juga perlu perlu lagi,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, isu kedua adalah inovasi kesehatan, prinsipnya merupakan langkah awal untuk memperbaiki sistem kesehatan nasional, karena tantangan global yang harus dijawab dengan strategi terbaik.

“Kita juga tahu bahwa inovasi ini nanti mungkin akan melahirkan data besar, cuma masalahnya, setelah big data atau inovasi tersebut ada, jangan lupa bagaimana strategi pemanfaatan ini, perlu keterampilan tersendiri yang mungmsimkinbahnese terkonekya ,”.

Dicontohkannya, misalkan punya sistem akreditasi yang bisa menjamin mutu pelayanan, sistem JKN/BPJS yang nanti harus link, agar hasil akhirnya efisien, efektif yang membutuhkan kendali mutu baiku adalah kendu.

Baca Juga   PWNU Jatim Dirikan 100 Rumah Sakit dan Klinik Kesehatan

“Kita tahu bahwa semua inovasi menjadi pintu terbaik, tapi jangan lupa bahwa semua itu harus menjadi subjek, buka menjadi objek, yang pada akhirnya kewalahan dalam menyikapi perkembangan teknologi dan informya,”.

Patota Tambunan, Head of Tribe Ekosistem Inovasi DTO Kemenkes selaku koordinator acara mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mencari inovasi-inovasi di bidang kesehatan dan di bidang bioteknologi, untuk mempercepat transformasi Indonesia kese.

“Prosesnya sudah berjalan sejak bulan Januari lalu, dan kita telah menerima 105 inovasi dari seluruh Indonesia, dari bidang iptek dan bidang biotek dan bidang telekonsultasi, untuk penelitian geoteknologi senyawa. marker,”

Dikatakannya, telah terpilih 15 inovasi untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu 11 inovasi di bidang healthtech, dan 4 inovasi di bidang biotek yang nanti akan dilakukan demo di akhir Maret.

Lebih lanjut dikatakannya, acara ini bertujuan menggali inspirasi, menggali masukan, dan menghubungkan antara industri kesehatan, antara pemerintah sebagai regulator, pengembangan pariwisata juga untuk industri digital kreadariki uni kevers dan , implementasikan untuk masyarakat. “Semoga diskusi hari ini menjadi langkah awal dan meratakan pelayanan kesehatan secara digital di Indonesia,” harapnya.(ern/hjr).


Source link