BRIN Dukung PPBT Melalui Coaching and Mentoring – BRIN

Jakarta – Humas BRIN, Dalam rangka mendukung program fungsi inkubasi Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) dan upaya pengembangan, serta meningkatkan keterampilan calon startup. Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi melalui Direktorat Pemanfaatan Riset dan Inovasi Pada Kementerian, Lembaga, Masyarakat, dan UMKM – BRIN menggelar Menendang di luar pelatihan Dan Mentoring Perusahaan Pemula Berbasis Riset (PPBR) 2022 (11/3).

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko dalam sambutannya mengatakan Badan Riset dan Inovasi Nasional memiliki banyak skema fasilitasi dan pendanaan penelitian dan yang sedang berjalan saat ini ada tujuh skema pendanaan. “Skema fasilitasi dana tersebut bertujuan untuk menciptakan ekosistem riset sesuai dengan standar global yang inklusif dan kolaboratif bagi semua pihak. Termasuk dalam hal ini adalah lebih dekat dengan industri dengan periset dan mendorong keterlibatan swasta dalam dunia riset,” kata Handoko.

Dijelaskan Handoko, dari tujuh skema pendanaan yang sedang berjalan saat ini, terdapat satu pendanaan untuk penumbuhkembangan usaha rintisan atau yang lebih dari kenalan kita dengan start-up. Pastinya para startup ini akan mengkomersialisasikan produk hasil riset BRIN. BRIN sebagai Lembaga penelitian yang terintegrasi dan sudah mengintegrasikan beberapa entitas periset dari 33 kementerian atau lembaga, memiliki peluang yang cukup besar dan cakupan yang lebih luas untuk pengembangan atau pemanfaatan produk berbasis penelitian.

“Itulah mengapa, program penelitian, pendanaan untuk startup ini adalah yang berbasis dengan harapan cakupannya lebih luas bukan semata-mata pada aspek teknologi, namun juga pada aspek yang lain, misalnya yang berbasis pada sosial, rekayasa sosial atau ekonomi sosial. Jadi sebenarnya bukan hanya istilah teknopreneur tapi juga ada sociopreneur yang ingin kami kembangkan,” ujar Handoko.

Baca Juga   6 Tren Teknologi Industri Pariwisata 2022, Ada Robot Pengantar Makanan Halaman all

Handoko menambahkan, BRIN menyiapkan program mentoring dan coaching dengan kurikulum yang relevan dan studi kasus yang aktual. Kami juga menyediakan pelatih dan mentor baik dari internal eksternal BRIN untuk membentu mengkondisikan para pelaku start-up dalam persaingan dunia bisnis maupun yang sebenarnya. Seperti yang kami sampaikan sebelumnya, karena produk atau layanan yang menjadi bisnis utama berasal dari riset BRIN, kami memastikan bahwa transfer pengetahuan dan teknologi kepada para startup dapat berjalan dengan lancar dan lancar.

Dari pra-inkubasi berlanjut ke tahapan inkubasi bisnis. Dalam tahapan ini, para startup BRIN akan mendapatkan pendampingan yang lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan terhadap bisnisnya. “Kami juga menyediakan mentor dari eksternal BRIN, tentunya adalah kalangan profesional dari dunia industri, asosiasi ataupun komunitas untuk ikut serta bersama BRIN melahirkan start-up yang menguntungkan dan berkelanjutan,” tambahnya.

Handoko juga menjelaskan Dalam pendampingan (coach & mentor) start-up BRIN yang dilakukan oleh Tim Fungsi Inkubasi PPBT (Perusanaa Pemula Berbasis Teknologi), Direktorat Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat dan UMKM – Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi, kami membagi menjadi tiga tahapan utama yakni pra-inkubasi, inkubasi dan pasca inkubasi. Kegiatan pra-inkubasi kami akan berfokus pada proses alih teknologi dan pembentukan tim start-up. Pada kualifikasi bisnis, startup memperoleh pendanaan hingga 300 juta per tahun dan dapat diperpanjang selama 2 tahun.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Plt. Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi Mego Pinandito dalam laporannya mengatakan Untuk menjaring kebutuhan-kebutuhan Riset dari calon Startup sebagai Pemangku Kepentingan yang mana kegiatan ini adalah coaching dan mentoring hasil riset dan inovasi di pusat-pusat/ broom riset dan teknologi di bawah Organisasi Riset BRIN yang ujung ujung yang mana kegiatan coaching adalah pemanfaatan riset dan inovasi pada industri baik melalui kolaborasi riset, fasilitas, infrastruktur, alih dan audit teknologi maupun pemanfaatan melalui lisensi dan hak kekayaan intelektual lainnya.

Baca Juga   Pemerintah apresiasi inovasi teknologi pertanian TIP di Sumut

“Kegiatan pelatihan dan program mentoring perusahaan pemula berbasis riset diikuti oleh seluruh staf inkubasi, pengembangan, beberapa mentor yang ditunjuk sebagai narasumber serta calon startup yang produk hasil risetnya siap dimanfaatkan,” ujar Mego.

“Model bisnis startup untuk mendapatkan keuntungan dengan pendampingan para mentor yang sudah berpengalaman dan berkompetensi di bidangnya. Diharapkan kedepan, BRIN menjadi entitas-entitas bisnis yang sukses yang berhasil membawa produk dan jasa hasil riset ke dunia bisnis dan industri,” jelas Mego.

Sebagai informasi Program PPBR sekarang sudah dibuka hingga tahap 2. Tahap 2 saat ini sedang dalam seleksi proposal. Sedangkan tahap 1 saat ini dalam fase mentoring dan coaching yang maksimal akan dilaksanakan selama 6 bulan. Program mentoring dan coaching ini merupakan bagian dari pra inventarisasi, dimana diharapkan dalam tahapan ini entitas bisnis startup sudah terbentuk. (sj)

.


Source link