Kenali RFID, teknologi identifikasi data kartu magnetik

AKURAT.CO, Teknologi RFID banyak digunakan di berbagai bidang. Dari hotel, rumah sakit, perusahaan, supermarket dan daerah lainnya.

RFID adalah singkatan dari Radio Frequency Identification. RFID adalah teknologi yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengambil data menggunakan barcode atau kartu magnetik. Contoh penerapan teknologi ini yaitu pada kartu ATM.

Menurut laman Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo, metode identifikasi teknologi ini menggunakan fasilitas yang disebut tag atau RFID tag.

baca juga:

Tag digunakan untuk menyimpan dan mengambil data dari jarak jauh. Dalam penerapannya, tag RFID dapat disematkan pada suatu produk, hewan atau bahkan manusia.

Proses identifikasi pada RFID dapat terjadi dengan menggunakan gelombang elektromagnetik. Oleh karena itu, proses identifikasi RFID membutuhkan dua perangkat yaitu tag dan reader agar dapat bekerja dengan baik.

Tag RFID adalah perangkat yang melekat pada suatu objek untuk diidentifikasi oleh pembaca RFID. Ada 2 jenis tag RFID yaitu aktif dan pasif. Suar pasif dapat digunakan tanpa harus menggunakan baterai.

Sedangkan suar aktif membutuhkan baterai untuk mengoperasikannya. Tag RFID ini berisi tag unik yang berbeda satu sama lain. Dengan demikian, informasi yang disimpan pada suatu objek atau objek yang terhubung ke tag hanya terdapat dalam sistem atau database yang terhubung ke pembaca RFID.

Sedangkan RFID reader adalah perangkat yang dapat membaca tag RFID. Pembaca RFID juga terdiri dari pembaca RFID pasif dan pembaca RFID aktif. Pembaca RFID pasif dapat mencapai hingga 600 meter. Namun, pembaca pasif hanya dapat menerima sinyal radio dari tag aktif. Selama waktu ini, pembaca aktif dapat mengirimkan sinyal interogator ke tag dan menerima respons otentikasi dari tag. Sinyal interogator ini juga bisa menjadi sumber tag pasif.

Baca Juga   Bocor! Mazda MX-5 Bakal Usung Teknologi Drivetrain Hybrid

Selain digunakan pada kartun ATM, contoh lain penggunaan RFID adalah pada e-KTP. Berkat integrasi RFID, informasi pemilik e-KTP dapat dengan mudah dibaca secara elektronik oleh pihak yang berkepentingan. Dimana reader mengirimkan gelombang radio yang akan mengaktifkan chip RFID, serta membaca informasi yang tersimpan dalam e-KTP.

Contoh berikut, pada uang elektronik atau kartu e-money. Pembaca RFID akan secara otomatis melihat sisa saldo melalui informasi pada chip kartu. Kemudian lakukan saja perdagangan berdasarkan harga yang ditentukan.

Bagaimana Teknologi RFID Bekerja

Umumnya, dalam sistem RFID, sebuah tag akan ditempelkan pada suatu objek. Pada tag terdapat transponder yang memiliki memori digital, yang dapat memberikan kode elektronik yang unik.

Kemudian pada tag reader atau RFID reader terdapat antena dengan transceiver dan decoder, yang mampu membangkitkan sinyal untuk mengaktifkan tag RFID, sehingga dapat mengirim dan menerima label.

Ketika tag RFID melewati zona elektromagnetik dari peralatan pembacaan tag, tag RFID mendeteksi sinyal aktivasi dari peralatan pembacaan tag. Kemudian mengirimkan sinyal kembali berdasarkan informasi yang disimpan dalam memori tag sebagai tanggapan.

Selain itu, peralatan pembaca tag menerjemahkan data yang dikirim oleh tag RFID sesuai kebutuhan. Proses pembacaan kode data yang terdapat pada tag RFID dilakukan dengan menggunakan gelombang radio. Dengan cara ini, proses mengidentifikasi barang atau orang menjadi lebih mudah.

Dengan kata sederhana, seseorang atau sesuatu baru saja melewati pintu atau gerbang yang memiliki area elektromagnetik dari pembaca tag RFID. Setelah itu, identitas benda atau orang tersebut dapat segera diketahui. Tag RFID ini adalah solusi untuk pekerjaan sehari-hari agar lebih mudah dan cepat.

Dengan kemudahan yang ditawarkan, tentunya RFID lebih unggul dari sistem manual atau penggunaan barcode.

Baca Juga   Startup Bananas Andalkan Konsep Quick Commerce

Karena tag ini dapat dibaca dengan mudah dengan tag reader. Memang, label ini dapat dibaca dalam wadah, karton, kotak atau lainnya, dan tidak seperti barcode yang harus dipindai dengan cermat.

Selain itu, tag RFID dapat dibaca sekaligus, meskipun jumlahnya ratusan. Sedangkan jika menggunakan barcode hanya bisa dibaca satu per satu. RFID juga tahan air dan lecet karena dikemas dalam chip plastik yang dimasukkan ke dalam badan objek yang dipasang.[]

.


Source link