Pawang Hujan ‘Teknologi’ Kearifan Lokal Pendukung MotoGP Mandalika 2022

TRIBUNJATIM.COM – Ada pemandangan menarik dalam persiapan menuju MotoGP Mandalika 2022.

Iya, panitia menggandeng pawang hujan agar segala persiapan jelang bergulirnya MotoGP Mandalika bisa berjalan lancar tanpa kendala cuaca.

Pawang hujan merupakan sebuah “teknologi” berbasis metafisika yang menembus batas-batas keilmuan dan teknologi modern.

Sebagai negara tropis, hujan seperti “hadiah” tahunan warga Indonesia.

Namun, jika curah hujan yang turun terlalu, kondisi ini bisa menggangu ketinggian.

Di situlah jasa pawang hujan terpakai.

sederhana, pawang hujan berguna untuk mengurangi peluang turunnya hujan.

Oleh karena itu, pihak panitia menggandeng jasa pawang hujan.

Faktor cuaca jadi penentu proses pengaspalan Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tak heran ada pawang hujan Rara Isti Wulandari, yang hadir menghalau awan agar pengaspalan ulang berjalan lancar.

Di tengah-tengah pihak penyelenggara MotoGP Mandalika 2022 untuk memodernisasi keberadaan sirkuit balapan di mata dunia.

Instrumen nyatanya pendukung berbasis kearifan lokal masih digunakan oleh pihak otoritas sirkuit untuk menyukseskan MotoGP Mandalika 2022.

Tepat sekali, otoritas otoritas ternyata masih memanfaatkan kearifan lokal yang tak lain yakni keberadaan pawang hujan.

keberadaan pawang hujan tentu cukup menarik perhatian mengingat hal-hal yang sama jarang digunakan di luar negeri.



Jasa pawang hujan turut digunakan di Sirkuit Mandalika.  Ajang MotoGP Mandalika 2022 turut melibatkan pawang hujan yang dianggap sebagai kearifan lokal.  (Tribunnews.com/Dwi Setiawan)


© Tribunnews.com/Dwi Setiawan
Jasa pawang hujan turut digunakan di Sirkuit Mandalika. Ajang MotoGP Mandalika 2022 turut melibatkan pawang hujan yang dianggap sebagai kearifan lokal. (Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

Ialah Rara yang saat ini punya peran unik sebagai pawang hujan di gelaran balapan MotoGP Mandalika 2022.

Rara sendiri telah digandeng pihak otoritas sirkuit untuk menjadi pawang hujan sejak tes pramusim MotoGP 2022, bulan lalu.

“Rara sudah mengawal sejak tes pramusim MotoGP bulan lalu, dilanjutkan pengaspalan hingga nanti agenda balapan MotoGP,” ungkap Rara ketika ditemui Tribunnews di Area Sirkuit Mandalika, Selasa (15/3/2022).

Baca Juga   Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unhas Usulkan Nama Institut Teknologi La Galigo

“Saya sudah beberapa kali mengawal event besar juga seperti pelantikan presiden, upacara bendera, pembukaan Asean Games, dan sekarang MotoGP,”.

Lebih lanjut, Rara menjelaskan dalam membentu event MotoGP sejak tes pramusim, bulan Februari lalu.

Pada tes pramusim lalu, Rara menjelaskan bahwa cuaca yang dijadikan agenda berjalan sesuai rencana.

“Pada tes pramusim lalu selama tiga hari, pada hari pertama diminta tidak terlalu panas,” jujur ​​​​Rara.

“Lalu hari kedua cerah, dan ketiga cerah banget, aman karena tidak ada hujan sama sekali,” tambahnya.

Lalu, untuk sesi pengaspalan ulang, ada beberapa saat selama beberapa hari perlu diturunkan hujan juga dan memang terjadi.

Pernyataan yang disampaikan Rara pun seolah menjadi sinyal bahwa kearifan lokal “Pawang Hujan” ternyata masih digandeng untuk membentu kesuksesan MotoGP Mandalika 2022.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Pawang Hujan, Instrumen Pendukung MotoGP Mandalika 2022 yang Berbasis Kearifan Lokal”

Ikuti berita seputar MotoGP Mandalika


Source link