TV Analog Disetop Mulai April, Ini Keuntungan Beralih ke TV Digital

Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo tengah gencar melakukan migrasi TV analog ke TV digital alias matikan analog (ASO). Di mana siaran TV analog juga akan disetop mulai bulan depan.

Kementerian Kominfo mencatat, setidaknya ada empat keuntungan yang akan dirasakan masyarakat saat beralih ke TV digital. Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi mengatakan kalau kementerian telah menjadwalkan migrasi TV digital tahap pertama pada 31 April 2022. Adapun tahap kedua dilaksanakan pada 25 Agustus 2022 dan terakhir 2 November 2022.

“Saat ini Kementerian Kominfo telah melakukan koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan terkait migrasi TV digital secara nasional,” kata Dedy kepada Katadata.co.idkemarin (16/3).

Salah satu persiapan Kementerian Kominfo untuk migrasi TV digital adalah pembagian set top box gratis untuk warga miskin. Set top box adalah alat penangkap sinyal siaran. Jenisnya ada beberapa, yakni DVB-T2, DVB-C, DVB-S, dan DVB-IPTV. Sementara di Indonesia masih menggunakan DVB-T2 untuk menangkap siaran TV digital.

Pada tahap pertama terdapat total 3.202.470 unit set top box, katanya. Rinciannya, sebanyak 3.115.193 unit berasal dari komitmen penyelenggara multipleksing dan 87.277 unit dari bantuan pemerintah.

Kementerian Kominfo juga mencatat, ada sejumlah keuntungan bagi masyarakat saat beralih ke TV digital. pertamabersifat gratis karena siaran TV bersifat digital bebas mengudara.

“Tidak diperlukan tambahan biaya seperti berlangganan untuk ledima siaran digital,” kata Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Mulyadi dalam webinar Set Top Box: Tak Kenal Maka Tak Digital bulan lalu (18/2).

Kedua, mendapatkan gambar yang jernih. “Bagi penikmat TV digital, akan merasakan perubahan kualitas gambar dan suara,” ujar Mulyadi.

Pada siaran TV digital, tidak ada lagi gambar yang berbentuk semut atau kebisingan dan berbayang di monitor.

Baca Juga   Teknologi digital membantu memulihkan ekonomi pemain tunggal: 5G ke pembuat konten

Ketiga, masyarakat akan mendapatkan beragam fitur tambahan saat menggunakan TV digital. Misalnya, ada fitur panduan program elektronik atau EPG untuk mengetahui acara-acara yang telah dan akan ditayangkan kemudian.

TV digital juga memiliki fitur sistem peringatan dini alias EWS, sebagai bentuk mitigasi bencana. Saat terjadi bencana alam, pengguna TV digital akan mendapatkan peringatan. Ada juga fitur pengawasan anak atau kunci orang tua.

Keempat, tidak memerlukan parabola karena siaran TV digital terestrial, atau menggunakan radio frekuensi VHF/UHF seperti siaran analog, dengan format konten digital. Alhasil, masyarakat cukup menggunakan antena UHF ditambah set top box sebagai alat penerima siaran TV digital.

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Ismail mengatakan migrasi TV digital akan memberikan deviden spektrum digital. Itu karena, TV analog memanfaatkan frekuensi 700 MHz. Jika sudah beralih ke digital, ruang kosong itu dapat dimanfaatkan untuk pengembangan teknologi internet generasi kelima atau 5G.

Ismail menambahkan bahwa pemanfaatan ruang kosong frekuensi TV analog juga dapat selama proses migrasi.

“Daerah-daerah yang sudah bisa kami rilis untuk pita 700MHz akan dilakukan secara perlahan. Dengan begitu, operator seluler yang menyiapkan jaringan untuk mendukung 5G, dapat membangun liputan pita,” kata Ismail.

.


Source link