Bermain Domino Dapat Menjaga Kesehatan Otak

Hari Anti Penuaan Sedunia Akan Dicanangkan Saat Tenas III Bali Ika Smansa 22 Juni 2022

Makassar , Upeks.co.id — Usia boleh saja menua, keriput juga boleh saja muncul, tapi otak tidak boleh ikut menua. Karena seiring bertambahnya usia, fungsi otak akan mengalami penurunan kemampuan mengingat, berbikir, dan mengendalikan emosi.

“Namun hal itu bisa berolahraga dengan beberapa metode salah satunya dengan bermain domino,” ujar Prof. dr. Deby Vinski, MSc, PhD, Presiden Dewan Pengobatan Pencegahan Dunia (WOCPM).

Menurut Prof Deby , permainan domino cara efektif dan murah meriah untuk menjaga kesehatan otak sebab dapat menghindari risiko stroke ataupun penyakit degeneratif otak seperti demensia atau penyakit Alzheimer.

“Sebab bisa berkumpul bersama , tertawa lepas sahabat, rekan kerja , dapat memunculkan hormon yakni endorfin serta serotonin,” ujar Prof Deby yang juga Founder Celltech Stemcell Center Vinskii giaa tan a peri halang di dukung Cell Tech Stemcell Center.

Lanjut Prof Deby, Ketua Panitia Tenas III Ika Smansa Makassar berpendapat, setiap aktivitas “senam otak” yang memicu mental akan membantu membangun kesehatan otak, bisa dengan membaca, teka-teki kata, permainin ya berluggams, membangun lainnya, menurut penelitian telah menemukan bahwa aktivitas otak mengembangkan koneksi baru antara sel-sel saraf dan bahkan dapat membantu otak menghasilkan sel-sel baru.

Prof Deby yang merupakan guru besar pertama antiaging Indonesia ini lewat presentasinya yang bertajuk “Peran Pengobatan Preventif, Regeneratif, dan Anti-Aging: Bagian Integral dari Profesi Kesehatan Modern dalam Memenuhi Harapan Dunia Menuju Kesejahteraan Manusia bersama panassitia Tenassa III Makar IKA beserta negara yang tergabung dalam World Council of Preventive Medicine (WOCPM) akan mencanangkan Hari Anti Penuaan Sedunia di Bedugul Bali bertepatan dengan Tenas III IKA Smansa Makassar 22 Jun 2022 tulus ini dimudahkan karena konsep medical tourism bisa menjadi sumber devisa bagi negara Indonesia sekitar 158 trilyun devisa negara yang hilang karena berobat keluar negeri.

Baca Juga   Pemerintah Terus Tingkatkan Transformasi Kesehatan

Tempat terpisah Marketing Communication Celltech stemcell Center dr Wachyudi Muchsin SH MKes menambahkan Alhamdulillah Saat ini sudah banyak masyarakat Indonesia merasakan pengobatan teknologi Kuantum yang diterapkan dalam stem cell sehingga kondisi kahesehattermba kuantum yang stem cell dalam kesehatan tanpa perlu ke luar negeri cukup di Indonesia ujar dokter Yudi . (rls)



Tampilan:
4




Source link