Teknologi Semakin Modern, Kreatifitas Ratusan Guru PAUD dan TK di Surabaya Terus Diasah

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Sebanyak 270 guru dari Ikatan Guru Raudhatul Athfal (Igra), Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi), dan Ikatan Guru Taman Kanak Kanak Indonesia (IGTKI) di seluruh Kota Surabaya mengikuti Workshop Creative Days, Senin (21/3/2022).

Bertempat di Gedung Dharma Wanita, Jalan Kalibokor Selatan, Kota Surabaya, acara tersebut menghadirkan narasumber terkemuka. Mulai Mas Tholee, Kak Sasha, Kak Pranowo, Kak Dimas, Kak Arigami dan Kang Deden.

Para peserta juga antusias dan ceria dalam acara itu. Setiap narasumber menyelipkan sesi permainan mini agar peserta bersemangat

Ketua Himpaudi Surabaya, Agus Setiyono mengatakan, acara ini diselenggarakan mulai tanggal 21 sampai 22 Maret 2022. Harapan juga harapan besar bagi para pendidik di Kota Pahlawan.

“Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas para guru. Harapannya agar bisa lebih kreatif dan aktif dalam memberikan pelajaran kepada murid,” ujarnya.

mengkhawatirkan, jika seorang guru tidak memahami teknologi, maka bisa terlambat, bahkan tertinggal jauh. Mengingat, zaman sekarang semakin modern.

“Proses pembelajaran harus berkembang sesuai dengan kebutuhan, jangan sampai terlambat dan terbelakang,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-Kanak Indonesia (GOPTKI) Surabaya, IIS Hendro Gunawan berpendapat, saat ini tengah dihadapkan dengan disrupsi pandemi, milenial dan teknologi.

“Kalau gurunya tidak mengerti teknologi bagaimana bisa mendidik muridnya, takutnya tidak menarik lagi dan tidak ada perkembangan,” ucapnya.

Baginya, guru adalah garda terdepan dalam pengasuhan anak, sekaligus memberikan pendidikan, sebelum anak memasuki jenjang sekolah dasar.

“Masuk ke sana, mereka benar-benar memimpin pembelajaran. Kami ingin mengajak orang tua untuk menyekolahkan anak-anak di PUAD, Playgroup atau di Taman Kanak-kanak. Kalau kesadaran menyekolahkan anak di lembaga tersebut menurun, otomatis beban guru SD akan lebih berat,” imbuhnya.

Baca Juga   Data Ahli Penyedia Teknologi HR di Asia Pasifik

gagasan, PAUD pendidikan yang berkelanjutan sebelum masuk sekolah dasar. Mereka harus punya pendidikan awal yang baik di tingkat TK karena menyangkut Psikomotor, Afeksi dan Kognisi.

“Kognisi ini belajar tentang ilmu yang melibatkan kecerdasan. Kalau Afeksi dan Psikomotor lebih kecerdasan majemuk tidak hanya kecerdasan berpikir. dan TK,” katanya.




Source link