Dukung Talenta Teknologi Indonesia, YABB dan GoTo Gelar GIGIH 2.0

Ilustrasi generasi muda yang gigih 2.0. Dokter. spesial.

Saat ini, teknologi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari pekerjaan, sekolah hingga belanja, semuanya menjadi lebih mudah seiring kemajuan teknologi. Hal ini juga menciptakan peluang baru di berbagai sektor, termasuk lapangan kerja.

Ya, perubahan lanskap pekerjaan di masa depan tidak bisa dihindari. Bahkan ada beberapa pekerjaan baru yang mengandalkan digitalisasi yang tercipta di era 4.0, yang ditandai dengan semakin maraknya kolaborasi antara teknologi siber dan teknologi otomasi.

Laju perubahan yang sangat cepat di sektor teknologi ini juga didukung oleh pembangunan infrastruktur pemerintah yang terus menerus, serta perkembangan perusahaan teknologi seperti Gojek, Tokopedia, GoTo Financial dan GoPlay. Oleh karena itu, kemampuan generasi muda untuk memperoleh pengetahuan baru sangat penting, agar tidak terjadi kesenjangan antara tenaga kerja yang tersedia dengan kebutuhan industri.

Memastikan talenta teknologi Indonesia yang terampil, kritis, gesit, kuat, dan berdaya saing tinggi harus menjadi salah satu fondasi untuk menghadapi tantangan masa depan. Inilah tujuan utama dari program GIGIH Generation yang kembali diselenggarakan oleh Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB) dan grup GoTo.

GIGIH Generasi 2.0 diperuntukkan bagi mahasiswa serta profesional dan lulusan perguruan tinggi untuk menjadi talenta teknologi, sehingga mampu mengikuti perkembangan industri teknologi yang dinamis. Program ini diharapkan dapat membantu mempercepat transformasi digital dan menjadikan teknologi sebagai wahana perubahan positif di Indonesia.

Presiden Yayasan Anak Bangsa Bisa, Monica Oudang mengatakan, peningkatan keterampilan di bidang teknologi merupakan solusi untuk mencapai sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan.

“YABB, bagian dari GoTo Group, lahir untuk mendobrak batasan agar memiliki dampak yang mendalam dan langgeng. Bersamaan dengan kolaborasi dan pola pikir yang tepat, teknologi dan inovasi menjadi dasar dalam setiap langkah yang kami ambil, termasuk dalam mewujudkan program GIGIH Generation. Kami berharap para lulusan generasi GIGIH memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan memiliki cara berpikir yang baru dalam pemecahan masalah, sehingga nantinya dapat menjadi agen perubahan (pembuat perubahan),” katanya.

Baca Juga   Ada Teknologi GSM-R, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dipastikan Tidak Ganggu Sinyal Publik

“Tahun lalu, hampir seribu peserta mengikuti proses pembelajaran bertahap melalui beberapa tahap pendahuluan, dan mereka yang mencapai tahap akhir dapat menyelesaikan magang dengan mitra industri kami. Kami bangga bahwa 67% lulusan akhir generasi GIGIH telah menerima tawaran langsung untuk menjadi karyawan di berbagai perusahaan dan startup. Keberhasilan GIGIH generasi 1.0 memberikan sinyal bagi kami untuk membuat dampak yang lebih besar lagi,” lanjut Monica.

Lulusan generasi GIGIH. Dokter. Spesial.

Generasi GIGIH juga merupakan program inklusif, karena gratis dan terbuka untuk mahasiswa yang masih aktif di semester akhir serta lulusan sekolah kejuruan dan universitas di Indonesia, tidak terbatas pada jurusan yang berhubungan dengan sains atau teknologi. Pada generasi GIGIH 2.0, proses eliminasi pada setiap tahap pembelajaran juga telah dihapuskan sehingga setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk mempraktekkan ilmu yang telah diperolehnya hingga tahap akhir.

Generasi PERSISTEN: jembatan menuju industri teknologi

Peserta Generasi GIGIH akan mendapatkan banyak manfaat. Sebagai jembatan menuju industri teknologi, GIGIH Generation menawarkan keahlian yang lengkap dan terkini, kesempatan untuk mendapatkan pengalaman kerja, mengubah pola pikir yang benar dan program masa depan untuk dapat melakukan menghadapi tantangan saat ini dan masa depan.

Skill yang diberikan di GIGIH Generation meliputi hard dan soft skill yang dirancang oleh pakar industri, sehingga peserta menjadi talenta siap kerja sesuai kebutuhan industri. Generasi GIGIH juga menawarkan tiga jalur pembelajaran teknis yang dapat dipilih berdasarkan aspirasi karir para peserta antara lain; Melacak insinyur back-end, insinyur front-end, dan data analis. Setiap siswa yang mengikuti jalur pembelajaran teknis akan memperoleh keterampilan keterampilan lunak, yaitu kursus bahasa Inggris dan pelatihan persiapan karir.

Baca Juga   Teknologi salju buatan di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Uniknya, kelas Generasi GIGIH mengadopsi metode pembelajaran sokratis dan belajar terbalik melatih peserta untuk memiliki pola pikir kritis yang benar. Melalui metode ini, peserta akan menjadi penentu keberhasilan bagi dirinya sendiri. Setelah proses pembelajaran selesai, peserta generasi GIGIH harus mempraktekkan ilmu yang diperoleh melalui program magang dengan mitra industri atau dengan mengerjakan sebuah proyek. proyek unggulan.

Salah satu lulusan GIGIH Generasi 1.0, Muhammad Naufal, mengaku bahwa Generasi GIGIH telah memberikan banyak manfaat untuknya. Bahkan membuka peluang baginya untuk bekerja di perusahaan yang sudah lama diimpikannya.

“Berkat Generasi GIGIH, saya bisa melewati proses seleksi di perusahaan unicorn impian saya. Sekarang saya bekerja, saya merasa semakin banyak manfaat dari program ini. Karena keterampilan yang diberikan sangat mendasar dalam teknologi, saya dapat dengan mudah beradaptasi dengan berbagai perangkat teknologi.”

“Agar Generasi GIGIH memiliki dampak yang berarti dan luas, tentunya kegiatan ini tidak bisa kita lakukan tanpa kerjasama dengan berbagai pihak. Untuk itu, generasi GIGIH membutuhkan peran serta individu dan perusahaan yang ingin bersaing di era digital, baik startup maupun perusahaan yang ingin melakukan transformasi digital, bergabung dalam aksi untuk mengubah ekosistem tech talent di Indonesia,” tutup Monique. .

Saat ini GIGIH Generasi membuka pendaftaran bagi peserta yang ingin menjadi talenta teknologi Indonesia hingga 31 Januari 2022. Selain pendaftaran peserta, GIGIH Generasi juga membuka kesempatan bagi yang sudah ahli teknologi untuk bergabung sebagai kontributor untuk membimbing dan berbagi pengalamannya. pengetahuan dalam pembangunan. ribuan talenta teknologi. . Kemudian untuk perusahaan atau Mulailah sebagai penggerak ekosistem digital, Indonesia juga dapat bergabung sebagai mitra industri.

Generasi GIGIH yang didukung oleh GoAcademy, Tokopedia Academy, Kalibrr, Progate, Cakap.id, Replit, Apprentice Update, Markoding, Generation Girls dan Rumah Millennials, mengajak generasi muda untuk melampaui batas dengan menentukan karya dan memberikan perubahan. Untuk informasi lengkap tentang program ini atau proses pendaftaran, kunjungi http://bit.ly/generasigigih2.

Artikel ini merupakan bentuk kerjasama dengan Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB)

.


Source link

Baca Juga   DPD dorong KLHK gunakan teknologi digital intai pembalakan pembohong TNKS