Berkat teknologi, pertanian modern dapat meningkatkan produktivitas

Facebook logo Facebook Bergabunglah dengan Facebook untuk terhubung dengan Rizki Ramadhan Jumat 28/01/2022 17:18 WIB

Salah satu caranya adalah melalui penyuluhan pertanian.  Penyuluhan pertanian didorong agar petani tidak hanya bekerja di hulu tetapi juga di hilir.

Kepala Balai Penyuluhan, Bustanul Arifin Caya, saat bertemu dengan para koordinator konsulat wilayah IPDMIP. (gambar: 1)

SURABAYA, Jurnas.com – Menghadapi era 4.0, Kementerian Pertanian mendorong sumber daya manusia (SDM) pertanian beradaptasi dengan teknologi dan pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas pertanian, termasuk kesejahteraan petani.

Salah satu caranya adalah melalui penyuluhan pertanian. Penyuluhan pertanian didorong agar petani tidak hanya bekerja di hulu tetapi juga di hilir.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, mengatakan berbagai program Kementerian Pertanian ditujukan untuk meningkatkan produktivitas. “Peningkatan produktivitas sangat penting. Selain menjaga ketahanan pangan, peningkatan produktivitas juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Sementara itu, saat berkoordinasi dengan konsultan daerah IPDMIP untuk melaporkan hasil kinerja pada tahun 2021 dan merancang kegiatan IPDMIP untuk tahun 2022, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM pertanian Dedi Nursyamsi mengatakan pertanian harus bertransformasi dengan kemajuan internet. berbasis teknologi.

“Pertanian perlu beralih dari pertanian konvensional ke pertanian modern yang bercirikan produktivitas tinggi, efisiensi dan keuntungan,” katanya, Kamis (27/1).

Dedi menjelaskan bahwa IPDMIP yang merupakan salah satu proyek PHLN yang pelaksanaannya di bawah BPPSDMP dirancang untuk mendukung proses transformasi dari pertanian konvensional ke pertanian modern.

“Bertani harus menghasilkan uang dan bertani harus diarahkan pada bisnis yang menguntungkan,” katanya.

Oleh karena itu, petani disarankan untuk membangun sistem pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas dengan menggunakan inovasi teknologi yang efisien. “Metode penyuluhan pertanian dengan sistem perilaku harus diubah menjadi metode penyuluhan plus-plus dengan penerapan lima plus-plus usaha,” tambah Dedi.

Baca Juga   Canggih! Angkasa Pura II di Telkom University Gelar Rapat Virtual di Metaverse

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai Penyuluhan, Bustanul Arifin Caya menegaskan bahwa para konsultan harus meluangkan waktu untuk memperkuat penguasaan substantif konsultan daerah dalam mendukung pelaksanaan kegiatan IPDMIP pada tahun 2022. .

“Juga menilai dan mengkoordinir kegiatan IPDMIP pada 2022,” ujarnya.

Bustanul menambahkan, pertemuan ini harus mengarah pada perencanaan yang tepat dan penetapan tujuan untuk hasil yang konkrit dan berkualitas. “Tahun 2022 seharusnya tidak lagi hanya fokus pada proses, tetapi tahun kualitas produksi,” jelasnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini mempertemukan 21 Konsultan/Pakar dan 64 Konsultan yang mengkoordinir kabupaten pelaksana IPDMIP dengan menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat.

Dokumen yang dibahas antara lain tantangan pencapaian hasil dan capaian IPDMIP, potret kinerja konsultan daerah dalam mencapai hasil dan capaian IPDMIP, capaian kinerja konsultan daerah sistem pertanian AT; akses ke pasar bantuan teknis; Bantuan teknis keuangan desa dan kinerja koordinator konsultan kabupaten untuk wilayah Sumatera, Jawa, Sulawesi, NTB dan NTT.

TAGS : IPDMIP Pertanian Modern Dedi Nursyamsi Bustanul Arifin Caya

.


Source link