Kementerian Komunikasi dan Informatika

Jakarta, Kominfo – Kementerian Komunikasi dan Informatika terus menggencarkan Gerakan Nasional Literasi Digital untuk menjangkau 50 juta masyarakat pada tahun 2024. Staf Khusus Menkominfo Bidang Komunikasi Politik, Philip Gobang menyatakan, program tersebut salah satu wujud perhatian pemerintah untuk mendorong kemampuan publik publik digital.

“Melalui program literasi digital ini memang pemerintah memperhatikan kepentingan publik, itu sudah pasti. Karena itu semua upaya dilakukan oleh pemerintah dengan merancang berbagai program terkait untuk memberi pemahaman kepada publik, kepada masyarakat di mana saja berada untuk mulai sekarang kita betul-betul sadar, betul-betul terlibat dan memperhatikan berbagai perubahan yang kita alami saat alami dia Webinar Siaran Pendidikan Social Enginering Pro 1 RRI Ende secara virtual dari Jakarta Pusat, Selasa (18/01/2021).

Menurut Staf Khusus Philip Gobang, program literasi digital relevan dengan perubahan dan perkembangan era digital yang menjadi bagian dalam kehidupan manusia. Sehingga pada saat yang sama, masyarakat harus menyadari apa yang perlu dilakukan ketika menghadapi berbagai perubahan tersebut.

“Karena itu, program-program yang dirancang atau yang disediakan oleh Kementerian Kominfo memang benar untuk itu, bahwa masyarakat punya kesempatan untuk mendapatkan pemahaman yang benar bagaimana menggunakan teknologi yang serba canggih di era digital ini,” jelasnya.

Philip Gobang menjelaskan mengenai seluruh program stimulus yang disediakan oleh Pemerintah kepada publik tanpa bayaran apapun. Oleh karena itu, Kementerian Kominfo mengajak masyakat untuk ikut serta khususnya pada program literasi digital.

“Karena program literasi digital ini tentu saja untuk memberikan pemahaman kepada diri kita sendiri untuk memahami apa yang harus saya lakukan ketika menghadapi perubahan-perubahan di era digital yang serba cepat. Selain itu, juga dengan pemahaman dasar tentang literasi digital juga menggunakan kesempatan melalui media digital yang tersedia di berbagai platform untuk mengembangkan semua potensi diri maupun potensi lingkungan di sekitar,” jelasnya.

Baca Juga   Ada Teknologi GSM-R, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dipastikan Tidak Ganggu Sinyal Publik

Staf Khusus Menkominfo menegaskan bahwa literasi digital bertujuan untuk mendorong pertumbuhan kreativitas diri maupun kreativitas komunitas. Termasuk juga inovasi-inovasi yang muncul dari komunitas.

“Itu semua mencerminkan rupa sampai ke tahap lanjutannya. Jadi misalnya kalau sudah terbentuk satu komunitas UMKM yang dimulai oleh pencipta dari UMKM itu juga akan mendapat dukungan dari berbagai program lainnya,” ujarnya.

Berbagai kementerian dan lembaga telah menyediakan program-program pelatihan terkait dengan upaya positif yang dikembangkan oleh generasi muda dengan menanfaatkan teknologi digital.

“Mari kita gunakan semua platform yang ada untuk meningkatkan atau menumbuhkan kreativitas dan inovasi. Di Kementerian Kominfo juga tersedia program yang mendorong pertumbuhan startup, itu juga kesempatan untuk menciptakan muda memanfaatkan teknologi baru di era digital ini untuk kepentingan sosial ekonomi yang lebih luas,” jelas Philip Gobang.

Menurut Staf Khusus Philip Gobang, platform digital tidak hanya bermanfaat bagi komunitas, tetapi juga penting untuk mengembangkan rupa dan memberikan kepada kepentingan daerah di komunitas mana komunitas itu tinggal.

“Jadi hal-hal seperti itu, tinggal kita bagaimana mengaksesnya dan akses untuk hal-hal seperti itu juga terbuka karena tersedia di berbagai platform media sosial seperti Instagram, Twitter, Facebook dan sebagainya,” ujarnya.

Selain fokus mengembangkan SDM Indonesia di sektor digital, Kementerian Kominfo juga terus melakukan koordinasi dalam kredit online ilegal yang mendukung masyarakat, salah satunya berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan.

Data per 12 November 2021, Kementerian Kominfo bersama Satgas Waspada Investasi (SWI) mencatat sebanyak 3.631 perusahaan pinjol ilegal telah diblokir sejak tahun 2018. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan adanya aduan dari masyarakat.

“Menteri Kominfo Bapak Johnny G. Plate terus mengingatkan kepada semua pihak untuk berhati-hati terhadap kredit online atau fintech ilegal. Selain itu, Pak Menteri juga berkomitmen untuk terus melakukan pemutusan akses terhadap pinjol ilegal agar tidak meresahkan masyarakat,” tegas Philip Gobang.

Baca Juga   Tetapkan PT Harrisma Informatika Jaya Sebagai Distributor Resmi, Cyberpower System Kenalkan Teknologi Green Solution ke

.


Source link