BRIN Dukung Industri Kuliner melalui Alih Teknologi Pengemasan Makanan – BRIN

Jakarta – Humas BRIN, Alih teknologi merupakan upaya untuk meningkatkan hasil riset dan inovasi untuk dapat dimanfaatkan secara luas kepada industri dan masyarakat secara umum. Sebagai wujud nyata program alih teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi menjalin kerja sama dengan PT Okwi Food Indonesia tentang Paten Biasa: Metode Pengemasan Bahan Makanan Heterogen dalam Satu Wadah, pada Senin, (17/01 ).

plt. Deputi Pemanfaatan Bidang Riset dan Inovasi BRIN, Mego Pinandito menjelaskan salah satu skema alih teknologi ke industri adalah melalui perjanjian lisensi, yaitu kesepakatan penggunaan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang dihasilkan Peneliti BRIN untuk dapat digunakan oleh pihak lain berjandarkan.

“Suatu bukti nyata langkah BRIN, bagaimana hasil riset dan inovasi itu dapat bermanfaat untuk masyarakat. Salah satunya adalah metode pengemasan makanan dengan kaleng ini, yang menjadikan makanan olahan menjadi awet tanpa bahan kimia. Ambil contoh bahan makanan bersantan dan bersayur itu rusak, tapi melalui teknologi mudah yaitu pemanasan dengan suhu tertentu menjadikan lebih awet, dan dapat dikalengkan sehingga lebih praktis,” terang Mego.

Mego menyebutkan berbagai teknologi yang telah dihasilkan BRIN sangat terbuka untuk dapat dimanfaatkan oleh semua pihak dan tidak berhenti pada teknologi ini saja yang dapat dimanfaatkan oleh industri. “Harapanya kita bisa mendorong, membentu industri kecil menjadi menengah dan seterusnya. Kita tidak bisa sendiri, kita selalu bergandengan tangan dengan Institusi yang membidangi tentunya, kita berusahakan untuk memfasilitasi sampai proses lanjutannya,” lanjutnya.

“Ini yang kita sebut ekosistem riset dan inovasi, mulai dari awal melakukan risetnya seperti apa, sudah kita lihat targetnya kemana, berjalannya waktu sudah ada mitra industri yang hadir. Sehingga hasil riset teman-teman peneliti dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Nantinya kita tetap harus memenuhi regulasi, standar yang ada, kita libatkan instansi terkait, seperti Kementerian Perdagangan, BPOM, dan sebagainya. Dengan adanya satu contoh produk kuliner ini, kita harap bisa menyebar dan direplikasi oleh industri usaha kuliner lainnya di Indonesia,” ujar Mego.

Baca Juga   Hyundai loniq 5 2023 Gunakan Baterai Lebih Besar dengan Teknologi Canggih

plt. Direktur Alih dan Sistem Audit Arwanto menangkan teknologi pengemasan bahan makanan heterogen dalam satu wadah yang dikembangkang oleh Peneliti Asep Nurhikmat dan Tim dari Pusat Riset Teknologi Bahan Alam. Teknologi ini secara umum mampu mengemas makanan olahan dan bahan makanan menjadi lebih tahan lama, tanpa adanya perubahan rasa, warna, bau dan kualitasnya.

“Tentu tidak hanya teknologi ini yang kami tawarkan, masih banyak yang lain disesuaikan kebutuhan dan kondisi mitra industri. Untuk diseminasi, bulan Desember tahun lalu kami menyelenggarakan Forum Fasilitasi Alih Teknologi yang mempertemukan para peneliti BRIN dengan mitra industri, selain itu ada program fasilitasi audit teknologi untuk membentu peningkatan kinerja pada industri,” jelas Arwanto.

Melalui kerja sama ini, BRIN tidak berhenti hanya pada pemberian lisensi dan pendampingan proses alih teknologi, namun juga fasilitasi dan pendampingan terkait proses lanjutan seperti perijinan hasil produk sampai dipasarkan. “Tahap awal memang masih memakai alat yang disediakan oleh BRIN, ketika nanti dapat mandiri secara penuh, memiliki kemampuan mengoperasionalkan, dan paham cara metodenya, maka diharapkan nantinya mereka dapat membangun pabriknya sendiri, disertai pemahaman terkait proses perijinan, izin edar, d, d “ungkap Arwanto.

Sebagai informasi PT Okwi Food Indonesia, adalah perusahaan yang bergerak dalam pengolahan makanan tradisional dan rumah makan di beberapa kota. Salah satu produk makanan yang dihasilkan adalah Ikan Manyung Kuah Mangut. Ahmad Dwiyanto selaku Direktur PT Okwi Food Indonesia berharap teknologi ini kualitas produk dapat meningkat dan jangkauan pemasaran melalui jejaring yang dimiliki.

“Kami bersyukur sekali dengan adanya teknologi ini, metode ini menjadi jawaban bagi kami yang ingin mengembangkan produk lokal keranah nasional, bahkan internasional. Selama ini, kami sendiri sangat bingung, bagaimana caranya agar bisa bertahan lebih lama. Ini menjadi wujud revolusi awal bisnis kuliner Indonesia, apalagi program Pemerintah seperti Indonesia Menyemarakkan Dunia yang menargetkan 4000 restoran Indonesia bisa masuk pasar global,” ujar Ahmad Dwiyanto. (ap)

Baca Juga   FIFA Dukung Teknologi Semi-otomatis yang Percepat Keputusan Offside

.


Source link