Alquran dan Sains, Mengungkap Teknologi Teleportasi di Zaman Nabi Sulaiman: Okezone techno

JAKARTA – Konsep berpindah tempat dalam atau bisa dikenal dengan istilah teleportasi sudah didengungkan sejak dulu. Tetapi, hingga kini belum ada ilmuwan yang berhasil memindahkan seorang manusia ke tempat lain dalam waktu singkat.

Salah satu peristiwa yang cukup terkenal dan banyak menjadi legenda untuk menggambarkan teleportasi adalah pemindahan singgasana Ratu Bilqis atas perintah Nabi Sulaiman, d imana kerajaan keduanya lebih dari 2.000 km, namun dapat disatukan hanya dalam mata.

Kejadian itu pun tertulis dalam Alquran, Allah SWT berfirman:

ال ايها الملؤا ايكم ا ل ان لمين

“Dia (Sulaiman) berkata, “Wahai para pembesar! siapa saja di antara kamu yang sanggup membawakan singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku menyerahkan diri?” (QS: An-Naml 38)

ال الجن انا اتيك ل ان امك اني ليه لقوي امين

“‘Jikarit dari golongan jin berkata, ‘Akulah yang akan menetapkan bahwa sebelum berdiri dari tempat dudukmu; dan sungguh, aku kuat melakukannya dan dapat dipercaya. (QS: An-Naml 39)

ال الذي لم الكتب انا اتيك ل ان اليك لما اه ا ال ا ل ليبلوني ا اكفر اا ليبلوني ا ام اكفر انما لنفسها

“Seorang yang memiliki ilmu dari Kitab berkata, “Aku akan memberikan singgasana itu sebelum matamu berkedip.” Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata, “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barangsiapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya, Mahamulia.” (QS: An-Naml 40)

Dari penjabaran di atas, dapat dijangkau bahwa teknologi teleportasi sudah ada di zaman Nabi Sulaiman dan hal itu dilakukan tanpa sihir, d imana Baginda Sulaiman memilih seorang manusia yang bernama Asif Bin Barkhiya.

Baca Juga   Indonesia Butuh Kabel Bawah Laut, XL Axiata Beberkan Tantangannya

Berdasarkan kitab yang ditulis oleh Muhammad Ibnu Jarir At-Thabari, dijelaskan jika ahli sekaligus ilmuwan tersebut melakukan pemindahan gasana secepat cahaya itu dengan memanjatkan do’a Allah SWT yang mana do’a itu berbunyi: “Ya Allah Ya Tuhan kami, Tuhan segala sesuatu, Tuhan yang satu, tidak ada Tuhan selain engkau. Datangkan padaku singgasana itu,”.

Lantas bagaimana menjelaskan fenomena tersebut? Ternyata ada 2 cara yang telah dilakukan oleh para ahli fisika dan membuktikan bahwa teleportasi bisa dilakukan, meski tentu masih sulit diterima secara akal.

Pertama adalah dengan membuat medan magnet yang sangat kuat sehingga seluruh partikel yang akan dipindahkan karakternya. Contoh konkritnya adalah peristiwa difusi nuklir yang melibatkan energi sangat kuat.

Prinsip yang digunakan dalam Teori Kuantum Teleportasi yakni partikel-partikel diubah dan berubah berputar lebih cepat dan dilakukan decoding atau penyatuan di tempat tujuan. Sesampainya di lokasi, kemudian di encoding sehingga wujud asli partikel kembali.

Cara kedua adalah Asif Bin Barkhiya sang penemu teknologi teleportasi Nabi Sulaiman itu mampu memasuki sebuah dimensi di mana ruang dan waktu tidak lagi menjadi pembatas.

Itulah yang menjadi inti dari dimensi malaikat atau dalam fisfat black-hole, yang memungkinkan siapa pun untuk berpindah tempat tanpa jarak dan waktu.


Source link