Kritik Twitter, Elon Musk Usul Buat Platform Media Sosial Alternatif

CEO Tesla yang merupakan orang terkaya di dunia, Elon Musk mengkritik Twitter karena dianggap gagal mematuhi prinsip-prinsip kebebasan berbicara. Ia pun mengusulkan agar ada platform media sosial baru sebagai alternatif.

Musk melontarkan kritiknya itu lewat masak di Twitter akhir pekan lalu (26/3). Ia mengatakan bahwa kebebasan berbicara di platform media sosial sangat penting untuk demokrasi.

Ia pun memberikan jajak pendapat di Twitter yang menanyakan ke pengguna apakah mereka percaya Twitter mematuhi prinsip kebebasan atau tidak berbicara. Hasilnya, ada 70% pengguna bahwa Twitter tidak mematuhi prinsip-prinsip kebebasan berbicara.

“Kegagalan untuk mematuhi prinsip-prinsip kebebasan berbicara secara fundamental merusak demokrasi. Apa yang harus dilakukan?,” kata Musk di akun Twitter-nya @elonmusk pada kemarin (27/3).

Di masak lanjutan ia menawarkan adanya platform media sosial alternatif. “Apakah platform media sosial baru dibutuhkan?” kata Musk.

Sebelumnya, Musk mengkritik Twitter karena dianggap gagal memberikan keamanan bagi penggunanya. Kritik Musk itu terkait upaya Twitter untuk meluncurkan fitur integrasi aset digital NFT alias token yang tidak dapat dipertukarkan Januari lalu.

Musk menyatakan.nya atas fitur baru Twitter “Ini menjengkelkan,” kata pendiri Tesla seperti dikutip dari Gizchina, pada Januari (23/1).

Ia mengatakan bahwa fitur itu hanya merupakan pemborosan sumber daya. Twitter lebih memilih fitur integrasi NFT dibandingkan mengelola keamanan platform.

“Twitter sumber daya teknik untuk ini. Sedangkan penipu kripto mengadakan blok spambot di setiap utas,” ujar Musk.

Selain Twitter, Musk mengkritik Facebook sejak 2018. Ia menghapus akun pribadi dan perusahaannya di Facebook dengan alasan tidak menyukai platform besutan Mark Zuckerberg itu.

Musk dan Zuckerberg memang pernah berselisih pendapat soal teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Musk menganggap pemahaman Zuckerberg tentang masa depan masih terbatas.

Baca Juga   Biznet Targetkan Tambah 10.000 Km Fiber Optik dan 800.000 Home pass

Usulan Musk untuk membuat platform media sosial alternatif seiring dengan upaya Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia datang platform media sosial alternatif bernama Truth Social pada Februari sebagai bagian dari Trump Media and Technology Group.

Sebelumnya, ada beberapa platform media sosial alternatif, seperti Rumble, Parler, dan Gettr. Namun, Pembicaraan pernah dihapus dari toko aplikasi Apple karena tidak bersalah menghasut kekerasan. Untuk kemudian diaktifkan kembali pada April tahun lalu setelah deteksi dan moderasi ujaran kebencian.

Di sisi lain, Facebook dan Twitter menguasai industri media sosial global. facebook menjadi platform media sosial terpopuler di dunia. Tercatat, ada 2,9 miliar pengguna aktif bulanan aplikasi ini sepanjang 2021 lalu.

Sedangkan Twitter memiliki 206 juta pengguna aktif harian di seluruh dunia pada kuartal II-2021. Amerika Serikat merupakan negara dengan pengguna Twitter terbanyak di dunia, yakni 73 juta pengguna pada Juli 2021.

.


Source link