Teknologi Zero-Power Communication OPPO Tidak Perlu Baterai – Techbiz.ID

Techbiz.id – OPPO Research Institute menerbitkan buku putih terbarunya berjudul Zero-Power Communication yang mengkaji teknologi Zero-Power Communication secara teknis terkait dengan permintaan yang belum terpenuhi di segmen IoT saat ini.

Buku putih ini juga menguraikan peta jalan pengembangan teknologi Zero-Power dan proses integrasi dengan sistem komunikasi lainnya di masa depan.

Seperti diketahui, sebagian besar perangkat elektronik portabel saat ini menggunakan baterai sebagai sumber dayanya. Meskipun teknologi baterai telah mengalami perkembangan yang cukup pesat selama bertahun-tahun, baterai yang ada saat ini masih memiliki berbagai masalah seperti ukuran besar, biaya produksi yang tinggi, masa produksi yang terbatas, penggunaan yang tidak ringkas, dan teknaii yang baterologta merup bahwakan tidak ramah lingkungan.

Dengan teknologi Zero-Power Communication, kita tidak perlu lagi menggunakan baterai. Teknologi Zero-Power Communication dapat menyerap energi frekuensi radio sekitar yang berada di lingkungan sekitar kita untuk menghasilkan daya, menjadikan perangkat lebih ringkas, efisien, dan terjangkau.

Teknologi seperti ini dapat diterapkan jika untuk berbisnis, contohnya pada sektor pergudangan, logistik, dan pertanian. Teknologi ini juga sangat bermanfaat apabila dapat diterapkan pada perangkat yang sering digunakan (seperti jam tangan pintar), rumah pintar, dan perangkat mutakhir lainnya yang ditujukan untuk konsumen.

Menurut Kepala Ilmuwan 5G OPPO, Henry Tang, dari pengembangan teknologi telekomunikasi seluler generasi pertama hingga generasi keempat, industri ini melewati empat besar dalam hal teknologi. Berawal dari teknologi analog menuju digital, menuju data, dan akhirnya menuju broadband.

Baca juga: Pertama Kalinya, OPPO Inno Day Digelar Secara Virtual

Lebih lanut disampaikan Henry, masing-masing inovasi ini dirancang untuk menghadirkan transmisi data yang lebih cepat. Namun, selama dekade berikutnya, dengan melihat perkembangan teknologi 5G, kami yakin bahwa kecepatan transmisi data tak lagi menjadi pendorong utama dalam inovasi teknologi telekomunikasi. Kami yakin bahwa teknologi harus dikembangkan untuk menjadi lebih mudah digunakan dan lebih ramah lingkugan bagi masyarakat umum.

Baca Juga   Canangkan Smart Madinah, Arab Saudi Kumpulkan Pakar Teknologi Mancanegara

“Teknologi Zero-Power Communications menghadirkan cara baru bagi produsen perangkat untuk tak lagi menggunakan baterai pada produk, mengurangi biaya produksi, dan mengurangi dampak terhadap lingkungan. Dengan demikian, Zero-Power Communications adalah salah satu fokus utama kami seiring dengan perkembangan teknologi B5G/6G,” kata Henry Tang.

Teknologi komunikasi pasif memang sudah tersedia saat ini dalam bentuk teknologi RFID (radio frequency identification). Namun, teknologi ini masih memiliki berbagai keterbatasan karena hanya memiliki jarak komunikasi yang pendek, tidak efisien, dan kapasitas sistem yang kecil.

Dengan keterbatasan ini, teknologi RFID akan sulit diterapkan untuk penggunaan yang lebih spesifik atau kompleks, seperti dalam jaringan sensor industri, logistik dan pergudangan berbiaya rendah dan berkapasitas tinggi, rumah pintar berbiaya dan berdaya rendah, dan teknologi wearable mini.

Berbeda dengan metode tradisional, perangkat Zero-Power dapat menyerap sinyal radio sekitar yang dipancarkan dari berbagai sumber, seperti menara TV, radio menara FM, stasiun induk seluler, dan titik akses (AP) WiFi sebagai sumber dayanya.

Setelah menyerap energi dari gelombang radio, perangkat dapat menggabungkan sinyal radio sekitar dengan informasi perangkat itu sendiri dan mengirimkannya ke luar perangkat. Proses ini disebut sebagai backscattering communication.

Saat merancang jaringan Zero-Power Communication, hal yang perlu dipertimbangkan adalah bagaimana sistem komunikasi Zero-Power dapat terintegrasi dengan sistem 4G/5G yang sudah ada, selain memanfaatkan jaringan berlisensi maupun yang tidak berlisensi.

Sistem Zero-Power Communication dapat dibangun dalam kerangka kerja yang memanfaatkan komunikasi seluler, komunikasi sidelink, atau keduanya secara hybrid. System Zero-Power Communication berbasis seluler merupakan yang paling tepat untuk mendukung penerapan jaringan sensor industri, misalnya pada saat perangkat harus digunakan dalam lingkungan ekstrem, saat terdapat banyak jumlah perangkat dalam sebuah jaringan besar, atau saat biaya operasional dan pemeliharaan penggunaan ekstrem, .

Baca Juga   Mengenal True-Chroma Shot, Teknologi di Kamera Huawei P50 Pro yang Mampu Memiliki Warna Seperti Aslinya

Baca juga: OPPO Pamerkan Teknologinya di Inno Day Indonesia

Di sisi lain, pendekatan berbasis sidelink lebih cocok untuk komunikasi jarak pendek berbiaya, seperti untuk perangkat wearable atau perangkat rumah pintar, di mana perangkat tersebut juga dapat digunakan untuk memproses data yang diterima. Pendekatan hybrid menggunakan metode komunikasi seluler dan sidelink selanjutnya akan memungkinkan pengembang untuk mengeksplorasi lebih banyak aplikasi sistem Zero-Power Communications.

OPPO telah berhasil membangun sistem Zero-Power Communication-nya secara mandiri dan menentukan lokasi tersebut sebagai pendekatan yang dapat diterapkan dalam jaringan komunikasi masa depan. Selain inovasi ini, OPPO juga menjadi yang terdepan dalam memajukan standar Zero-Power Communication, serta mengusulkan penelitian Zero-Power Communication kepada 3GPP dan mempresentasikan temuannya dalam konferensi industri Future dan ICCC.

Dalam workshop IMT-2030 6G Vision pada bulan September 2021, OPPO memprakarsai dan menyelenggarakan Forum Komunikasi Zero-Power, undangan organisasi akademik dan industri membahas penerapan, persyaratan teknis, dan teknologi utama dalam Zero-Power Communication.

Seiring dengan industri yang bergerak menuju teknologi 6G, OPPO meyakini bahwa Zero-Power Communication akan bekerja secara virtual dengan teknologi lainnya seperti Reconfigurable Intelligent Surfaces, Symbiotic Radio, Non-Orthogonal Multiple Access (NOMA), dan AI untuk merealisasikan potensi penuh teknologi 6G.

Sebelum peluncuran Zero-Power Communication White Paper, OPPO telah avoirbitkan 6G AI-Cube Intelligent Networking White Paper dalam rangka mengembangkan teknologi komunikasi terkini.

Sejalan dengan misi ‘Teknologi untuk umat manusia, kebaikan untuk dunia,’ OPPO berencana untuk meluncurkan teknologi Zero-Power Communication dalam kurun waktu tiga tahun ke depan serta membangun sistem komunikasi yang lebih cerdas, nyaman, dan ramah lingkungan.


Source link