Zero-Power, Teknologi Komunikasi Masa Depan yang Ramah Lingkungan

Memuat…

Pekan lalu, OPPO Research Institute resmi meluncurkan buku putih terbarunya berjudul Zero-Power Communication. Buku putih ini menguraikan peta jalan pengembangan teknologi Zero-Powe. Ilustrasi foto SINDOnews

BOGOR – OPPO Research Institute resmi meluncurkan buku putih terbarunya berjudul Zero-Power Communication. Buku putih ini menguraikan peta jalan pengembangan teknologi Zero-Power dan proses integrasi dengan sistem komunikasi lainnya di masa depan.

Henry Tang, Kepala Ilmuwan 5G OPPO mengatakan, kertas putih ini mengkaji teknologi Zero-Power Communication secara teknis terkait dengan permintaan yang belum terpenuhi di segmen IoT saat ini. Baca juga: OPPO A95 Punya 5 Fitur Rahasia Bikin Main Games Makin Lancar

Untuk itu, bekerja sama dengan berbagai mitra lintas sektor industri agar menjadikan perangkat Zero-Power Communications sebagai bagian utama dari pengembangan teknologi komunikasi masa depan.

Nantinya, Zero-Power Communication merupakan perangkat yang tak lagi menggunakan baterai, sangat ringkas, dan hemat biaya karena konsumsi daya yang sangat rendah.

Perangkat tersebut secara efektif dapat mengurangi biaya pemeliharaan (maintenance), mengurangi produksi limbah, dan polusi yang ditimbulkan oleh penggunaan perangkat elektronik. “Hal ini dilakukan dalam rangka memprioritaskan kenyamanan, inklusivitas pengguna, dan perangkat yang ramah lingkungan,” ungkap Henry dalam pernyataannya, Sabtu (29/1/2022).

Saat ini, lanjutnya, sebagian besar perangkat elektronik portabel menggunakan baterai sebagai sumber dayanya. Meskipun teknologi baterai telah mengalami perkembangan yang cukup pesat selama bertahun-tahun, baterai yang ada saat ini masih memiliki berbagai masalah seperti ukuran besar, biaya produksi yang tinggi, masa produksi yang terbatas, penggunaan yang tidak ringkas, dan teknaii yang baterologta merup bahwakan tidak ramah lingkungan.

“Dengan teknologi Zero-Power Communication, kita tidak perlu lagi menggunakan baterai. Teknologi Zero-Power Communication dapat menyerap energi frekuensi radio sekitar yang berada di lingkungan sekitar kita untuk menghasilkan daya, menjadikan perangkat lebih ringkas, efisien, dan terjangkau,” bebernya.

Baca Juga   Benarkah Kecepatan Internet Indonesia Sama dengan Tokyo dan Sydney?

Henry Lanjut, dari pengembangan teknologi telekomunikasi seluler generasi pertama hingga keempat, industri ini melewati empat lompatan besar dalam hal teknologi. Berawal dari teknologi analog menuju digital, menuju data, dan akhirnya menuju broadband. Masing-masing inovasi ini dirancang untuk menghadirkan transmisi data yang lebih cepat.

Namun, selama dekade berikutnya, dengan melihat perkembangan teknologi 5G, diyakini bahwa kecepatan transmisi data tidak lagi menjadi pendorong utama dalam inovasi teknologi telekomunikasi. Bacajuga:
Sambut Industri 5.0, AMA Tekankan Pentingnya Belajar Cepat dan Beradaptasi

“Kami yakin bahwa teknologi harus dikembangkan untuk menjadi lebih mudah digunakan dan lebih ramah lingkugan bagi masyarakat umum. Zero-Power Communications adalah salah satu fokus utama kami seiring dengan perkembangan teknologi B5G/6G,” tutupnya.

(Mengenakan)

.


Source link