Dinilai Berbahaya, Cina Rampungkan Aturan Deepfake Tahun Ini

Pemerintah Cina berencana membuat aturan yang mewajibkan perusahaan teknologi memverifikasi identitas pengguna sebelum menggunakan teknologi palsu dan kecerdasan buatan kecerdasan buatan (MEMILIKI). beijing menilai, palsu bisa berbahaya.

palsu adalah bentuk suara dan wajah seseorang dalam bentuk video dengan mengandalkan pembelajaran yang mendalam. Teknologi pembelajaran yang mendalam merupakan bagian dari AI, yang secara umum mampu mengolah audio dan video.

Otoritas terkait keamanan internet di Tiongkok, Cyberspace Administration of China (CAC) akan merilis aturan itu dalam beberapa bulan mendatang. Regulasi bakal melalui tahap konsultasi publik hingga 28 Februari, dan versi finalnya bisa berubah.

Melalui aturan itu, CAC akan mengatur teknologi yang menghasilkan atau memanipulasi teks, gambar, audio, atau video menggunakan palsu. Di bawah rancangan peraturan ini, penyedia layanan teknologi yang menggunakan palsu harus memverifikasi identitas pengguna sebelum memberi mereka akses ke produk yang relevan.

“Perusahaan juga diharapkan menghormati moralitas, etika sosial, dan mengikuti arah politik yang benar dalam menggunakan palsu, kata CAC dikutip dari South China Morning Post (SCMP), Sabtu (29/1).

CAC membuat aturan itu karena menilai teknologi palsu bisa berbahaya. Ia pun sempat memanggil 11 perusahaan Cina termasuk Alibaba dan Tencent untuk mendalami perkembangan teknologi ini.

“Perusahaan harus melakukan penilaian keamanan sendiri dan menyerahkan laporan kepada pemerintah,” kata CAC dikutip dari Zaman Ekonomi, awal tahun lalu (18/3/2021).

Penasihat teknologi Nina Schick mengatakan, penggunaan video palsu dapat membahayakan masyarakat awam yang sulit membedakan konten palsu dan tidak. Ini menjadi sarana efektif untuk menyebarkan hoax.

“Penggunaan (palsu) yang sangat luas, yang kami ketahui, yakni untuk pornografi non-konsensual terhadap wanita,” ujarnya BBC Internasional, pada 2020.”palsu ada di mana-mana dalam waktu sekitar tiga hingga lima tahun ke depan. Jadi kami perlu mengembangkan alat ini.”

Baca Juga   Pesan Antar Makanan Makin Cuan, 3 Perusahaan Ini Tak Tergoyahkan

Sedangkan aturan soal palsu salah satu regulasiar pemerintah Cina untuk perusahaan teknologi. Sebelumnya, Beijing menghitung sejumlah aturan yang menyasar raksasa teknologi akhir 2020, di antaranya:

  1. Algoritma pengendalian
  2. Aturan anti monopoli yang baru
  3. Aturan terkait kredit mikro berbasis digital
  4. Membatasi anak bermain gim online
  5. Aturan memperketat konten di game online hingga video on-demand (VoD). Salah satunya adalah melarang konten yang menampilkan pria bernampilan feminin.
  6. Melarang fan ‘mengejar bintang’ secara tidak rasional di media sosial
  7. UU Keamanan data yang baru
  8. Redistribusi kekayaan

.


Source link